oleh

Kejari Kembali Periksa Dugaan Korupsi BOP dan Pokir DPRD Garut

-Aktual, Hukum-61 views

Kabartoday,Garut,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut kembali memeriksa anggota DPRD Garut periode 2019 – 2024, kali ini yang diperiksa inisial “E” dari Fraksi Golongan Karya (F-Golkar) yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Garut, 11/12/2019.

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Operasional (BOP) dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD periode 2014 – 2019.

Saat itu “E” merupakan salah satu anggota DPRD Garut periode 2014-2019 dan masuk dalam Badan Anggaran (Banggar). Sebelumnya, Kejari Garut pun telah memanggil beberapa anggota DPRD Garut baik yang terpilih kembali maupun mantan anggota.

BACA JUGA:  21 Kotak Suara di Gudang PPK Kecamatan Tarusan Sumbar Terbakar

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Azwar, SH membenarkan terkait pemanggilan E yang sekarang menjabat sebagai ketua DPRD Garut dalam kasus dugaan BOP dan Pokir DPRD. “Ya, betul hari ini ada pemeriksaan seorang anggota DPRD berinisial E,” ucapnya pada Selasa (10/12).

Dikatakan Azwar, pemeriksaan terhadap sejumalah anggota DPRD dilakukan untuk menuntaskan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi. Bukan saja anggota DPRD dan mantan anggota DPRD, sejumlah ASN lingkungan Pemkab Garut terlebih dahulu sudah menjalani pemeriksaan.

BACA JUGA:  Jika Terpilih Calon Kades Ragajaya H. Aprijal,SH Akan Angkat Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

“E sebagai ketua DPRD Garut periode 2019-2024 sangat dibutuhkan untuk dimintai keterangannya, yang mana ia termasuk anggota Banggar saat itu,” ujarnya kepada media saat memberikan keterangan pers.

Menyoal pemeriksaan mantan ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019 – 2024 akan dilakukan pada pekan depan, Jum’at (20/12). “Ya, sama mantan ketua DPRD Garut juga akan dimintai keterangannya, agendanya sudah ada. Setelah itu baru mantan Sekda Garut, Iman Alirahman,” katanya.

BACA JUGA:  Jokowi Pusing, PT Jiwasraya Dalam Kubangan Saham Gorengan

Kajari menambahkan, proses pemeriksaan terhadap tiga mantan pimpinan DPRD Garut periode 2014-2019 sudah dilakukan sebelumnya, hanya saja untuk mantan ketua DPRD baru diagendakan.

“Pemanggilan anggota DPRD periode 2014-2019 sudah hampir rampung, makanya baru akan memanggil mantan ketua DPRD Garut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, proses penyelidikan kasus dugaan BOP dan Pokir DPRD Garut sudah berlangsung lebih dari 8 bulan. Kejari Garut akan merampungkan proses penyelidikan hingga akhir Desember 2019. (Alam)

Komentar