oleh

Keluarga Polisi Cekcok Mulut Berakhir Kematian

­Kabartoday.Serdang Bedagai – Telah terjadi penembakan  istri polisi Fitri Andayani, Pr 45 thn pada sabtu, 05 Oktober 2019 sekira pkl 22.30 wib, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Tempat Kejadian di daerah dusun VI Pematang Kayu Arang Desa Lidah Tanah, Kec Perbaungan Kab Sergai tepatnya di rumah  Aiptu Pariadi  (di ruang tamu).

Korban meninggal dunia dan mengalami luka tembak pada bagian leher sebanyak 2 kali tembakan, yang di lakukan oleh pelaku Aiptu Pariadi NRP 74020206 Personil Sat Narkoba Polres Sergai, Dusun VI Pematang Kayu Arang Desa Lidah Tanah Kec Perbaungan Kab Serdang Bedagai,

Pelaku merupakan suami korban yang dalam perkara ini turut meninggal dunia dengan mengalami luka tembak pada bagian kepala sebelah kanan tembus sebanyak 1 kali tembakan dalam aksi bunuh diri.

Faisal Dwi Apandi als Ical, Lk, 16 thn, Anak pertama  dan Selfi, Pr, 9 thn Anak kedua dari keluarga korban polisi menjadi saksi atas peristiwa percekcokan yang berujung pada kematian

Kronologi kejadian :
Pada hari Sabtu tgl 05 Oktober 2019 sekira pukul 22.30 wib, anak korban an. Faisal mendengar kedua orangtuanya sedang bertengkar/ cekcok mulut diruang tamu tengah, selanjutnya Faisal mendengar adanya suara tembakan sebanyak 2 kali,

kemudian faisal keluar dari dalam kamar dan melihat ibunya telah terkapar berlumuran darah persis diatas kasur dengan posisi didepan TV,dan melihat bapaknya Aiptu Pariadi sedang berdiri dipintu ruang tamu tengah sedang mengarahkan senjatanya ke kepala bagian kanan kemudian terdengar suara tembakan 1 kali yang mengakibatkan ayahnya terjatuh terlentang bersimbah darah dan meninggal dunia.

Setelah melihat peristiwa  tersebut, Faisal berteriak sambil berlari keluar rumah menuju rumah kakeknya H. Piran yang persis di sebelah kiri rumah korban sambil menangis dan mengatakan “kakek, lihat dulu bapak dan mamak” kemudian H. Pairan segera pergi menuju rumah anak kandung, dan ketika membuka pintu dan menemukan Aiptu Pariadi (anak)  dan menantunya dan Fitri sudah bersimbah darah dalam keadaan meninggal dunia akibat luka tembakan.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut selanjutnya H. Pairan mendatangi rumahn Aipru Heri Siswanto, untuk bersama – sama datang ke TKP.

Diduga kejadian penembakan tersebut dilakukan oleh Aiptu Pariadi  terhadap istrinya karena emosi , kemudian setelah melihat kondisi istrinya meninggal dunia kemudian melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembakkan senpi dinas tsb ke kepala bagian kanan[] Rachman

 

BACA JUGA:  Datangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo Yakini Jokowi-Ma'ruf Amin Bisa Diskualifikasi

Komentar