oleh

Kenapa Umat Islam Gaptek ?

Oleh : Thoha Muntaha

Pernyataan ilmuwan Turki Yavuz Ornek bahwa ponsel, nuklir dan drone sudah digunakan oleh Nuh As komunikasi dengan anaknya, dan tenaga nuklir untuk energy kapal raksasanya serta drone untuk melihat pergerakan banjir seakan mengkonfirmasi kemajuan teknologi di zaman “purba”.

Sedikit imajinasi kita mainkan dengan membayangkan bahwa Nuh As membangun kapal raksasa dibantu oleh 100 orang yang notabene kaum miskin dan lemah dalam waktu kurang dari satu bulan tentu membenarkan temuan benua atlantis dan lemuria serta pemerintah rama yang sudah memiliki pesawat terbang bebas gravitasi semacam UFO dan efek korban perang berupa radio aktif seperti di mohenjo daro dan harappa.

BACA JUGA:  DD Tak Dicairkan Selama 4 Tahun, Warga Desa Padanglancat Kecewa Terhadap Kepemimpinan Joko Widodo

Bergeser ke zaman ratusan tahun sesudah Nuh As adrenalin kita makin tercengang dengan konstruksi piramida di tengah padang pasir berbahan balok batu bertonasi tinggi yang mengarah tepat ke bintang orion tanda kiblat di langit lurus ke baitul makmur.

Di rimba digital menyeruak sosok Tony Stark yang selalu ditemani aplikasi komputer bernama jarvis (just a really very intelegenr system) yang nota bene mampu memvisualkan tampilan 5 dimensi hingga berubahlah file file digital menjadi real world.

BACA JUGA:  Pengguna Aplikasi DPR Now! Terus Meningkat Signifikan

Sajian Tony Stark seakan mengkonfirmasi teknologi Nabi SAW saat beliau menyampaikan berita Isro Mi’roj di hadapan warga Makkah yang saat beliau lupa akan spesifikasi Masjidil Aqsho serta merta Allah kirimkan tampilan 5 dimensi yang mampu menjawab keraguan orang sekelas Abu Jahal.

Rangkaian fakta di atas tentu menjadi amat mengherankan jika kemudian kaum muslimin menjadi sekelompok komunitas “kamatsalil himari yahmilu asfara” (keledai dungu) akibat gagal faham teknologi hingga adrenalin bawah sadarnya mudah teraduk aduk oleh isu identitas ketimbang kualitas.

BACA JUGA:  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Jika mau jujur wahyu yang pertama di terima Nabi SAW adalah narasi yang amat gamblang berupa perintah penggunaan kosakata “qoro a” yang di ubah menjadi perintah “iqro” atau bacalah.

Dan yang harus di urai dari riding prosesing adalah niat atau motivasi vertikal “bismi robbik” yang artinya senua dikerjakan semata karena Allah dengan sasaran “kholaqo” yang tersimpan didalamnya perintah do the best create of human techno.

Wallahi a lam bishowab

Ayo ngaji akal bukan okollll

Komentar

News Feed