oleh

Kepsek dan Komite SMAN 1 Raman Utara Diduga Pungli Hingga 2 Juta Persiswa

Kabartoday, Lampung Timur – Tarik uang dengan modus pendidikan kembali merajalela di SMAN 1 Raman Utara Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Peristiwa tersebut mulai terbongkar setelah beberapa wali murid merasakan beban pengeluaran yang diminta komite SMAN tersebut. Bahkan wali murid dikenakan biaya Rp. 2 juta. Kegunaannyapun tak jelas untuk apa. Hal itu diutarakannya ke wartawan kabartoday.co.id, Selasa (22/10/2019).

Mereka menyatakan keberatan dengan adanya beban pungutan biaya komite sebesar 2juta/persiswa, sedangkan di waktu rapat sudah ada penyampaian keberatan dengan penarikan dana itu. Akan tetapi penolakan tersebut tidak di terima pihak komite, terutama oleh kepala sekolah.

BACA JUGA:  TRC Indonesia Menolak Draft RUU PKS

Tumin selaku kepala sekolah SMAN 1 Raman Utara, kecamatan raman utara saat di temui media ini telah membenarkan adanya pungutan tersebut. “kalau di sekolah kami ini memang melakukan penarikan Rp. 2 juta /persiswa dengan maksud untuk biaya keperluan sekolah anak didik disini. “Kata Tumin.

Ketika ditanya lebih rinci untuk keperluan apa saja, ia enggan menjawab dan meminta kepada wartawan agar tidak menaikkan berita tersebut. “Bang tolong jangan dinaikan berita ini ya bang, lagian kalau sampean naikin berita ini gak ada untungnya di sampean. “Ucap Tumin.

BACA JUGA:  Prabowo Marah Kepada Pengawalnya: 'Jangan Dorong Rakyat'

Sebelumnya telah dijelaskan melalui Peraturan Mendikbud No. 75 tahun 2016 tentang komite sekolah pada pasal ayat 10 (2) tentang penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk sumbangan bukan pungutan.

Kami sangat berharap kepada pihak institusi kepolisian, inspektorat, kanwil dan dinas Lampung Timur agar segera mengungkap dugaan pungli yang dilakukan SMAN 1 Raman Utara. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi lagi perlakuan sama terhadap anak didik di tahun-tahun berikutnya.[]Rbs

Komentar