oleh

Kesaksian Suta ‘Tak Tepat Jadikan Kivlan Zen Sebagai Tersangka

Kabartoday, Jakarta,- Suta Widhya SH. mantan kuasa hukum dari  Kivlan Zen,  memberikan kesaksian dalam sidang praperadilan Kivlan di  Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Kesaksian Suta, menceritakan bagaimana proses penangkapan dan penetapan Kivlan Zen sebagai tersangka dilakukan secara janggal.. pasalnya Kivlan ditangkap setelah dirinya selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri atas kasus dugaan makar pada 29 Mei 2019.

Suta menjelaskan, saat itu dirinya tengah menemani Kivlan menjalani pemeriksaan di Unit 1 Gedung Bareskrim Mabes Polri. Dan waktu itu polisi yang memeriksa Kivlan di Bareskrim mengatakan pemeriksaan telah selesai.

BACA JUGA:  Ngaku LSM Topan RI, Suriani Akan Lapor Polisi

“Saya sendiri enggak tahu. Polisi bilang di tempat kami sudah selesai, enggak ada lagi kasus hoaks dan sebagainya,” kata Suta dalam kesaksiannya.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, tiba – tiba beberapa anggota polisi  datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk menangkap Kivlan Zen. “Suta melihat beberapa polisi yang hendak menangkap membawa senjata laras panjang, ” ujarnya.

“Yang jelas yang pakai senjata laras panjang di parkiran, bukan mulai dari lantai, dan itu tentu tidak etis, karena itu kan masih satu institusi yaitu kepolisian,” jelas Suta.

BACA JUGA:  27 Orang Muslim Dibantai Saat Sholat Jum'at di Masjid Al Noor Selandia Baru

“Belakang kami ketahui yang menangkap Kivlan adalah polisi dari Polda Metro Jaya. Hal itu diketahuinya ketika melihat mobil polisi yang membawa Kivlan,

Beberapa anggota kuasa hukum yang mendampingi Kivlan memaksa ikut masuk ke mobil yang membawa klienya itu.

“Ada yang mengajukan untuk ikut. Kami tidak rela klien kami sendirian, kami memaksa sehingga ada yang diperbolehkan masuk, meski hanya diperbolehkan satu orang saja,” lanjut Suta. Usai penangkapan tersebut, Kivlan Zen langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

BACA JUGA:  Pentingnya Pendidikan Qur'ani di Era Disrupsi dan Post Truth

Kivlan Zen dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga telah terlibat dalam kepemilikan senjata saat aksi 21 22 Mei 2019 lalu.

Tentu saja Kivlan dan Tim Kuasa Hukum tidak terima dengan penetapan tersangka tersebut, Kivlan Zen mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada 20 Juni 2019. Gugatan tersebut dilayangkan terkait penetapan tersangka yang dinilai sangat tidak tepat dan tidak sesuai KUHAP. (St/Anna)

Komentar