oleh

Ketum APPSINDO Harap Presiden Jokowi Terbitkan Payung Hukum terkait Himbaunya Kepada Dunia Perbankan

Kabartoday, Jakarta,-  Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) melalui ketua umumnya Drs. Hasan Basri SH. MH meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar menggeluarkan payung hukum terhadap himbauannya kepada dunia perbankan dan leasing untuk menunda tagihan bunga atau cicilan kepada debitur selama satu tahun. Hal itu dikatakan oleh Hasan Basri pada awak media, Kamis, (26/3).

Langkah presiden tersebut sangat diapresiasi oleh dunia usaha mengingat dampak dari virus corona atau  wabah covid-19 yang sangat luar biasa efek sistemiknya. Untuk itu Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) berharap kepada bapak presiden Joko widodo agar payung hukum yang dijadikan dasar sebagai penghentian sementara bunga dan cicilan serta penurunan bunga kredit kepada dunia perbankan dan leasing harus jelas, langkah presiden tersebut sudah sangat tepat mengingat dampak yang sangat luar biasa terhadap wabah covid-19 telah menimbulkan krisis ekonomi yang sangat berakibat luar biasa terhadap dunia usaha dan kehidupan masyarakat.

Langkah presiden tersebut  diutarakan setelah mendengar berbagai keluhan dari kalangan pelaku dunia usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menenggah (UMKM) hingga tukang ojek dan supir taksi. para pedagang di pasar tradisional yang ada di seluruh Indonesia tidak sedikit yang memiliki sangkutanya dengan dunia perbankan seperti halnya, kredit modal usaha, investasi, perumahan dan kendaraan.

BACA JUGA:  KGP: Dikasus Novel Baswedan, Polisi Harus Segera Periksa dan Tangkap Dewi Tanjung

”Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit dibawah 10 miliar baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank, ”ujar Jokowi, Selasa (24/3).

“Namun jika himbauan presiden tersebut tidak didasari oleh payung hukum maka dikhawatirkan  akan menimbulkan masalah hukum dan kegaduhan dimasyarakat, “pungkas Hasan.

Wabah virus Corona (Covid-19) telah berpotensi menimbulkan efek buruk yang luar biasa terhadap  dunia usaha khususnya pedagang pasar di berbagai pasar tradisional yang ada di Indonesia. Seperti halnya di kawasan pusat perdagangan Tanah Abang, dimana kurang lebih 60.000 pelaku usaha yang ada di kawasan tersebut menggalami  kerugian yang luar biasa. Dalam kondisi usaha normal, satu pedagang beromset kurang lebih 50 juta perhari maka transaksi yang terhenti selama adanya wabah Covid-19 bisa mencapai kurang lebih 3 triliun perhari. hal ini terjadi hanya dikawasan perbelanjaan tanah abang saja belum dikawasan perbelanjaan grosir lainya di Jakarta, “terang Hasan. (Anna)

BACA JUGA:  Tonin Berharap Pasca Penetapan Presiden RI, Kivlan Zen Dibebaskan

Komentar