oleh

Ketum KWRI: Pertaruhan Idiologis dan Biologis Etnis Keturunan Versus Etnis Import

kabartoday, Jakarta – Sebagai umat Pers yang menjunjung tinggi nilai nilai kebenaran. Tentu merespon situasi ditengah kondisi Negara yang saat ini dianggap sudah terjadi distabilitas dan berpotensi disintegrasi bangsa. Hal itu dikatakan Ozzy Sulaiman Sudiro Ketua Umum organisasi kewartawanan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang juga sebagai Sekjen Majelis Pers (MP) di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Ozzy menilai walau acapkali sering terjebak oleh situasi yang salah, dimana ketika melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya, Peran Pers justru memungkinkan menabrak dan terbentur oleh etika, sendi dan Norma yang terbungkus dalam Ego sentris dan Etno sentris.

“Hal itu tentu menggempur Dogma-Dogma sesat dan menyesatkan yang selama ini tidur pulas oleh tradisi usang dengan pembenaran yang keliru. “Kata Ozzy.

Lebih lanjut terjangkitnya wabah virus hifokritisme oleh hegemoni sebagian warga negara indonesia yang berujung Paradoks glaobal, kata Ozzy, itulah potret wajah indonesian kekinian..

“Kalau mau jujur tentu Kita harus tanamkan kejujuran dalam hati dan fikiran kita. Bahwa warga negara indonesia (WNI) pasca Kemerdekaan telah diberi ruang dan kesempatan mempunyai hak-hak yang sama. didalam menjalani kehidupannya sesuai yang diatur dalam konstitusi negara. “Urai Ozzy.

Secara historis. Ia juga menjelaskan Indonesia adalah bangsa yang berasal dan terdiri dari beberapa unsur Suku. Agma. Ras dan Etnis, walau sudah beradaptasi menjadi satu kesatuan yaitu Bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Mr Kan Ajak Semua Pihak Usut Nilai Kerugian Pasca Kerusuhan 21 dan 22 Mei

“Inilah sebuah bangsa indonesia (Sesuai konstitusi.read). ketika diproklamirkan oleh “founding Fathers” para pendiri bangsa ini pada tanggal.17 agustus tahun 1945. Yang berkumandang seantero dibelahan dunia. “Paparnya.

Kata Ozzy, kesemua itu termaktub dalam UUD 1945 dan Panca-Sila. yang mengikat sebagai negara kesatuan republik indonesia (NKRI) dalam Rantai “Bhineka Tunghal Ika”.yaitu berbeda beda tapi tetap Satu.

“Namun faktanya berbeda berbanding lurus dengan apa yang dimaksud “Bangsa Indonesia” memang sangat naif atau picik bila kita pungkiri. Fikiran -Fikiran liar itu terus meracuni bahkan menggrogoti alam bawah sadar kita. “Ungkap Ozzy.

Kata Ozzy, kata “NKRI” sering di dengar dan di jumpai dari buku buku, tulisan tulisan para tokoh, Elite politik, legislatif, eksekutif hingga organisasi masa yang telah menjual simbul maupun lambang negara sebagai platform dan jargonnya.

“Layaknya tukang obat kelilng atau pedagang kaki lima dipinghir jalan yang mengobral obral jati diri bangsa dengan gimik licik penuh intrik. “Kritik Ozzy.

Ozzy juga menyinggung soal panggung skenario, ketika berpidato penuh dengah harapan semangat, berapi-api yang seolah-olah agar mendapat predikat atau Label seorang Nasionalis Patriot sejati.. Nyatanya mereka berhianat pada ibu pertiwi, karna telah menjual kedaulatan bangsanya sendiri dengan harga murah oleh makelar dengan modus kerjasama.

BACA JUGA:  Tanggapi Pertanyaan Tim Hukum KPU Hakim Konstitusi 'Jangan Diributkan'

“Lobi sana – lobi sini, hutang sana – hutang sini, Jual sana- jual sini, yang penting asal mengungtungkan sekelompok elit untuk mendapatkan Fee dan meperkaya diri. “tegasnya.

Yang lebih membuat kita semakin miris dan prihatin kata Ozzy menyambung, justru para elit, tokoh bahkan Pejabat berkuasa sendiri yang membuat pintu kesenjangan itu terbuka lebar. Yang selama ini pintu tertutup Rapat rapat dan terkunci oleh budaya toleransi, saling menghormati, gotong royong dsb. sebagai bangsa yang beradab dan berbudi.

Tanpa disadari pula para elit justru memberi kesenjangan.seringnya melontarkan dan menggunakan diksi dan narasi narasi sensitif yang mengklim dirinya Nasionalis, Patriotis, dan Pacasilais namun hanya sebatas perjuangan kata-kata kosong tanpa makna.

“Sebut saja “Saya Pancasila… saya NKRI.. ada pula yang mendiskreditkan bahkan menghakimi bangsa Arab keturunan hingga berujung “RASIS” justru hal ini mempertajam ruang perbedaan perbedaan itu. “Ujarnya.

Ozzy juga mengingatkan kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah terhadap pro aseng pengusaha nakal alias konglomerasi Hitam yang telah merampok dan menjarah uang Rakyat, serta memberi Ruang seluas luasnya kepada negara RRC alias Negara Tiongkok .yang diduga sebagai bentuk kolonialisasi gaya baru yang potensily mengancam warga Etnis keturunan Sangat bersebrangan dengan isi kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Zakarias Sebut Ini Perkara Jumlah Narkoba Terbesar di Kalbar

Lanjutnya, dtengah kemarahan massa sebagai bentuk overkonfensasi yang slalu menjadi korban dan bulan bulanan kemarahan warga yang mengeneralisir dan memiliki nalar sempit saat negara mengalami chaos atau kegentingan hingga mengorbankan warga etnis lain yang tidak berdosa.

“Mungkin sebagian warga Etnis Keturunan itu sendiri sangat menyadari atas kekonyolan kebijakan Pemerintah itu yang akan berdampak buruk pada dirinya, oleh sikap apriori dan bentuk perlawanan namun apadaya tangan tak sampai. “Ulas Ozzy.

Maka sudah sepetutnya para Etnis keturunan untuk bersatu dalam satu wadah Persatuan Etnis Indonesia atau membentuk Forum Kesatuan Etnis Keturunan, Dst yang tidak lepas dalam bingkai NKRI dan MERAH PUTIH dengan tujuau Untuk mereduksi Efek-efek negatif selama ini.

“Mari kita buktikan pada publik bahwa kaum Etnis keturunan berbeda dengan Etnis Import alias K2 yang saat ini banyak digunjingkan kebanyakan orang. “tutupnya.(Op/red)

Komentar