oleh

KGP Bandingkan Jerat Hukum Antara Bandar Narkoba, Teroris dan Koruptor

kabartoday, Jakarta – Usia Polri sudah 73 tahun. Sampai sejauh penilaian masyarakat terhadap institusi yang kita cintai bersama ini dinilai tidak maksimal, karena publik kebanyakan mencintai Polri juga lewat kritik dan masukan solusi.

Berikut pendapat Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP) usai deklarasi Revolusi Konstitusi Republik Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta Jum’at kemarin menyebut eranya sudah beda.

“Bukan tidak percaya polisi. Kalau era Ruki Ok lah, tapi sekarang era melanial dimana rakyat berkurang kepercayaannya sama Polri. Apalagi kasus novel, polisi tidak mampu menuntaskan. Aneh kalau ditilik dengan kasus-kasus teroris yang dengan mudah diungkap. ” Kata KGP.

BACA JUGA:  Ketum Ormas Pemuda Pancasila Minta Maaf Kepada FPI

Menurutnya, KPK sejak dipilih oleh pansel wanita genit tidak berkualitas lagi. Terlihat kekuatan KPK seperti sekelas polres semata. Sangat beda ketika era Taufikurrahman Ruki. Apalagi saat ini kasus yang diungkap ece-ece, sementara kasus-kasus besar bebas notabene olang cina semua.

Sesungguhnya koruptor adalah kejahatannya setingkat teroris dan bandar narkoba  “Saya melihat pemberantasan narkoba menjadi lahan petak umpet kepentingan kelompok elit tertentu. Seperti orang bayar hutang gali lobang tutup lobang. “sindir KGP.

BACA JUGA:  Tonin Tachta Akui KPU Gelembungkan Suara di 9 Provinsi Untuk Jokowi-Ma’ruf

Pemberantasan narkoba dan teroris ditegaskan KGP adalah hukuman tembak mati dan seumur hidup, bahkan ketika pengerebekan terduga teroris modar ditembak Densus 88. Ajaib, nah kalau koruptor walau sudah kena OTT, ketawa cengengesan seperti topeng monyet. Dan suka tersendat kalau sudah kena tembok besar politik. Seperti kaus ott ketum PPP yang nyerempet petinggi Kemenag adalah contoh nyata,

BACA JUGA:  Warga Kaltara di Hebohkan Penemuan Makhluk Aneh

Mungkin tidak hanya KGP yang mempunyai harapan seperti di atas. Banyak rakyat yang paham dengan diskriminasi penerapan hukum terhada/ diantara (para) koruptor, teroris dan bandar narkoba. Bagaimana pendapat Anda?(Hsw/red)

Komentar