oleh

KGP Sebut Cina Sengkek Taipan 9 Naga Diduga Bakar Hutan

Kabartoday, Jakarta – Kebayangkah anda dengan janji Presiden yang akan copot Kapolda dan Pangdam bila tidak mampu menangani Karhutla dimanapun? Ternyata janji tidak ditepati. Kebakaran tetap merebak dimana-mana, dan janji tinggal janji.

“Kenapa takut? Gimana gak takut karena di perusahaan pembakar hutan ada Taliban. Siapa Taliban? Taliban adalah para bromocorah politik yang bermain di lingkaran KLH. Dan istana juga sama di KPK yang dimaksud Taliban adalah bromocorah politik para makelar politik dan kasus. “Kata Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP), Sabtu (21/9) sore di Bogor.

Menurut KGP yang sering mondar-mandir mendikte KPK dan nangkring di istana itu adalah orangnya itu-itu saja. Mereka bisa disebut markus alias makelar kasus. Mereka lebih jahat daripada teroris dan bandar narkoba karena berdaya rusak cukup tinggi.

BACA JUGA:  Persekusi Pasar Buah, Paguyuban Sebut Dapat Rekomendasi Dinas

Jadi, kalau ada pihak yang mengatakan taliban di KPK dan nyasar ke Novel itu salah besar! Ini semua karena ada indikasi kerabat Jokowi diduga ikut bermain di masalah pajak dan ada anak manis terduga korupsi di daerah yang sekian triliun dari partai top negeri ini.

“Belum lagi menteri agama yang sudah disebut terima duit suap dari jual beli jabatan… jadi prinsipnya di KPK tidak ada Taliban, namun yang ada bromocorah politik yang merangkap makelar kasus!” Tegas KGP.

BACA JUGA:  Brigjen Ayub Waker Nyatakan Perang Terhadap Militer Indonesia

Yang dikatakan KGP mendekati kebenaran. Tetapi anehnya, tindakan hukum hanya menyentuh pelaku di lapangan. Tidak pernah hukum menyentuh siapa dalang kebakaran hutan yang sebenarnya. KGP menduga pelaku kebakaran hutan adalah oknum cina sengkek ST.

KGP berharap bila jadi ada periode kedua pemerintahan Jokowi hendaknya ia lebih bijak menghadapi kritik. Tanah-tanah yang dikuasai cina dirampas untuk negara.

BACA JUGA:  Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoax, Warganet Bergunjing

“Rasanya kita tidak lupa dengan pernyataan konglomerat cina sengkek ST, bahwa Indonesia hanya Bapak Angkat dan Cina Ayah kandung. Kini masyarakat luas kembali dikagetkan video berdurasi 0.46 menit yang menunjukkan arogansi PT RAPP milik ST yang diduga oleh masyarakat dituding selama 19 tahun menjadi biang kerok kebakaran hutan di Bumi Lancang Kuning? Masyarakat tentu menunggu tindakan tegas Presiden Jokowi. Lebih parah lagi jutaan hektar lahan yang dikuasai oknum cina sengkek ini diduga akan dibayar ganti rugi oleh negara 19,666 triliun. “Tutup KGP.[]Hsw

Komentar