oleh

KMP Terubuk Lakukan Dock Emergency, Empat Hari Tak Berlayar

-Daerah-122 views

Kabartoday, AMBON – Setelah mengalami musibah robek bagian kapal yang membuat kapal nyaris tenggelam di perairan laut Kairatu, Seram Bagian Barat (SBB) Kapal Motor Penumpang (KMP) Terubuk akhirnya harus melakukan docking emergency di galangan kapal Wayame Kota Ambon.

KMP Terubuk bertolak dari Dermaga Waipirit Desa Liang Kecamatan Salahutu menuju galangan kapal Wayame Jumat (3/1) pukul 15.30 WIT untuk perbaikan lambung kapal yang robek.

KMP Terubuk mengalami robek di bagian lambung buritan kiri kapal karena benturan dengan dinding jembatan saat melakukan olah gerak keluar dari dermaga Waipirit, Kairatu Kabupaten SBB Kamis (2/1/2020) pukul 19.00 WIT. Kapal mengalami robek lambung sepanjang satu meter dan lebar sekitar dua sentimeter.

BACA JUGA:  Pastikan Arus Balik, Kasatgas Banops Polda Banten Tinjau Pos Check Point Merak

“Tadi sore sekitar pukul 15.30 WIT, KMP Terubuk bertolak dari Dermaga Hunimua Liang menuju galangan kapal Wayame. Kapal harus melakukan dock emergency untuk memperbaiki lambung kapal yang robek,” jelas General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Sugihartono melalui Manager Usaha Abdillah kepada media ini Jumat (3/1/2020) sore di Ambon.

BACA JUGA:  Warga Dua Kelurahan di Banyuwangi Giatkan Ronda Malam, Buru Pelaku Teror Gedor Pintu
Abdillah, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon

Abdillah ungkapkan estimasi waktu docking emergency KMP Terubuk diperkirakan empat hari.

KMP Terubuk mengalami musibah saat bertolak dari Dermaga Waipirit menuju Dermaga Hunimua Desa Liang Pulau Ambon pada Kamis (2/1/2020) pukul 19.10 WIT. Saat itu KMP Terubuk dengan awak kapal 16 orang membawa 67 penumpang serta puluhan kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam.

Kapal baru diketahui dalam keadaan bocor setelah berlayar sekitar 1,7 mil laut atau 3,1 kilometer. Ketika itu nakhoda kapal merasa janggal karena kapal miring kiri. Setelah diperiksa, ternyata lambung kiri bagian buritan robek. Air laut masuk ke kapal. Para ABK sempat bekerja keras menggunakan dua mesin pompa menyedot air laut dari kapal. Tetapi usaha ini tidak membuahkan hasil. Alhirnya nakhoda kapal memutuskan putar haluan menuju pantai terdekat untuk menyelamatkan penumpang dari akibat yang lebih buruk.

BACA JUGA:  Petugas Polisi, Puskesmas dan Kelurahan di Dobo Sosialisasi Himbauan Bupati Kepulauan Aru Cegah Covid-19

Dalam musibah ini tidak korban jiwa. Seluruh penumpang sebanyak 67 orang beserta puluhan kendaraan dan muatan lainnya berhasil diselamatkan. (Manuel)

Komentar