oleh

KOMPAK Minta Ombudsman RI Periksa KPU dan BAWASLU

Kabartoday, Jakarta – Para pendukung Prabowo hendaknya tidak berhenti pada euporia kemenangan dalam Pilpres 2019. Sebab, di tubuh petahana pun membiarkan para pendukungnya untuk mengekspresikan diri merasa sukses sebagai pemenang juga.

Jadi, siapa pemenang sesungguhnya? Untuk menghindari konflik horizontal di tengah masyarakat, selayaknya Ombudsman Republik Indonesia turun tangan untuk menyudahi Simpang siur data yang diterbitkan dan disiarkan oleh media cetak dan televisi mainstream.

“Tuntutan kami pada Ombudsman, Pertama, Ombudsman Republik Indonesia harus periksa KPU dan BAWASLU atas kinerja mereka yang buruk. Baik kinerja KPU dan Bawaslu sudah menelan anggaran APBN senilai 25 triliun. “Kata Jubir Koalisi Masyarakat Pemilih Anti Kecurangan (KOMPAK), Cak Miko di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

BACA JUGA:  Mantan Ketua Mada LMP Jateng Dilaporkan Ke Bareskrim Mabes Polri

Kedua, dipaparkan Miko, Ombudsman harus segera membongkar kejahatan struktural, massif, dan berkelanjutan dari kedua belah pihak.

Dan Ketiga, Ombudsman Republik Indonesia juga bisa mereferensikan kepada Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung untuk mengeluarkan fatwa penghentian penghitungan suara sampai terhentinya kecurangan.

Lebih lanjut kata Miko, agar secepatnya KPU untuk mendiskualifikasi pelaku kecurangan sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.(Hsw)

Komentar