oleh

Komunitas Seni SADUGA SMKN 2 Garut Terima Kehormatan Dari Bandung International Art Festival 2019

Kabartoday, Garut,- Komunitas seni Saduga, polesan Ekstra Kulikuler (Ekskul) SMKN 2 Garut mendapatkan kehormatan mengikuti serangkaian kegiatan pada pagelaran Bandung International Arts Festival 2019 yang diselenggarakan di Jatinangor dan Bandung pada 21 hingga 28 Juli 2019 kemarin.

Wakil kepala sekolah SMKN 2 Garut, Ica Santana, S.Pd, MM menyebutkan “Saduga ini merupakan kependekan dari SMKN 2 Garut, para pelaku dari komunitas seni Saduga ini semuanya siswa/siswi SMKN 2 Garut yang tergabung dalam kegiatan Ekstra Kulikuler Seni Teater yang diadakan di sekolah.

Anak-anak (siswa SMKN 2 Garut …*red) yang terlibat dalam perhelatan yang digelar di Bandung International Art Festival 2019 kemarin antara lain Rangga Ariyanto (XI TITL 3), Iqbal Maolana
Hadianto ( XI DPIB 1), Gempar Saputra (XI DPIB 1) serta Bayu Wahyudin (XII DPIB 2), “kata Ica menuturkan.

Ica menambahkan, serangkaian kegiatan tersebut terdiri dari beberapa unsur acara diantara ada Uji coba program virtual reality untuk Kecemasan Sosial, ini dilaksanakan di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, kabupaten Sumedang (21/7).

BACA JUGA:  Meski Kecewa, Prabowo Hormati Keputusan MK

Pada acara ini Iqbal, Gempar, dan Rangga mewakili SMKN 2 Garut untuk menjadi peserta ujicoba program Virtual Reality (VR) untuk Kecemasan Sosial. Adalah sebuah kesempatan yang langka untuk dapat terlibat dalam perkembangan awal program Virtual Reality untuk mengatasi kecemasan, “papar Wakepsek.

Ica melanjutkan, “Ada dua jenis program Virtual Reality untuk Kecemasan, yaitu dalam seting sosial juga seting pidato. Anak-anak pun diajari mengenai kecemasan sosial dan cara mengatasinya.

Kecemasan sosial adalah kecemasan yang muncul ketika berinteraksi dengan orang lain, “tutur Ica menjelaskan.

Unsur acara selanjutnya yaitu Workshop Teater Butoh oleh Vinci Mok Wing See dari Hongkong. Sebagai peserta termuda yang terlibat dalam workshop Teater Butoh oleh Vinci Mok Wing See dari Hongkong, Iqbal, Rangga, dan Gempar belajar banyak bagaimana mengenali dan cara mengeksplorasi tubuh sendiri melalui latihan-latihan olah tubuh.

Workshop ini pun diselingi dengan sesi teh China yang menenangkan juga piknik dengan kue-kue khas Indonesia seperti Bika Ambon, Ali Agrem dan sebagainya. Sesi kegiatan acara ini mulai digelar pada tanggal 23 hingga 25 Juli yang lalu, pada sesi akhir workshop, Gempar terlibat dalam presentasi (ujian) workshop, “ungkap Ica memaparkan kegiatan demi kegiatan yang diikuti oleh siswa binaannya.

BACA JUGA:  Puluhan Mahasiswa Demo KPK, Desak Periksa Bupati Sijunjung Terkait Dugaan Korupsi APBD

Dalam rangkaian kegiatan lainnya pada Bandung International Arts Festival 2019,
Iqbal dan Rangga serta Gempar terlibat sebagai pendamping para artis. Artis-artis tersebut antara lain Vinci Mok (Hong Kong), Tony Yap (Australia), Paula Castanon dan Lucas (Spanyol), Hoi Ling (Malaysia), Jhuma Kundu (India). Mereka menjemput artis dari Bandara serta membantu proses penciptaan karya artis-artis tersebut, “papar Ica merasa bangga dengan pengalaman yang didapat oleh para siswanya yang bisa berinteraksi langsung dengan para selebritis dunia.

Gempar dan Bayu dari SMKN 2 Garut berkesempatan untuk ikut pentas bersama beberapa artis internasional, antara lain Jhuma Kundu (perupa dari India), Max Riefer (pemusik gamelan asal Jerman yang tinggal di Malaysia), Martin Jaggi (Pemain biola dari Swiss), Hauke Diekamp (aktor Televisi Jerman), serta Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi Bandung. Mereka berkolaborasi menciptakan karya berjudul “Covered” yang dipentaskan di Cikapundung Riverspot Bandung, “kata Wakepsek memaparkan pengalaman siswanya selama mengikuti acara tersebut.

BACA JUGA:  Bupati Anas Minta Warga Banyuwangi Tak Mudik Lebaran

Sebelum berpamitan pulang, Iqbal diberikan amanat oleh Tony Yap, profesor bidang Tari dari Universitas Melbourne. “Tidaklah masalah meskipun kamu tidak belajar tari atau peran di sekolah. Kamu bisa belajar dari dirimu sendiri, hidupmu sendiri. Karena seni itu hidup. Pada waktunya, kamu akan menemukan gayamu sendiri, “begitu pesan Profesor Tony Yap.

Bagi kami, pihak sekolah didalam menyertakan anak-anak pada undangan khusus acara Bandung International Art Festival 2019 ini selain sebagai sebuah kehormatan bagi SMKN 2 Garut, kami pun bertujuan agar mereka (Siswa …*red) mampu mengenali dan belajar mengenai Seni Pertunjukan Dunia dari para pesohor dunia di dunia seni. Selain itu kami berharap kepada mereka untuk dapat menciptakan gaya dan karya sendiri dan dapat menjadi motivasi menumbuhkan inovasi bagi para siswa yang lainnya, “pungkas Ica menutup pemaparannya. *(Alam)

Komentar