oleh

Korban Pencabulan sedikit Bernafas lega Pasal Yang diterapkan sudah Disesuaikan

Kabartoday, Bekasi,- Kasus pencabulan yang menimpa seorang istri pekerjaan harian lepas (PKH) berinisial KH akhirnya sedikit bernafas lega. Polrestro Kab. Bekasi akhirnya merubah pasal yang diterapkan oleh penyidik PPA, dari pasal 281 KUHP kini menjadi pasal 289 KUHP, korban didamping oleh suaminya di Polrestro Kab. Bekasi, untuk perubahan pasal, pada hari Rabu (13/5/2020).

Kasus yang menimpa KH berawal saat suami korban sedang bekerja, korban yang hendak bermain kerumah kawannya, namun saat berpapasan dengan pemilik kontrakannya GiminĀ  (pelaku) yang korban tinggali bersama suaminya, KH saat itu menegur sang pemilik kontrakan untuk menanyakan apakah suaminya sudah bayar kontrakan apa belum, namun Gimin menjawab dengan mengarahkan korban untuk membicarakan hal tersebut disebuah kontrakan kosong miliknya.

“Petaka itu bermula dari kontrakan kosong milik Gimin warga kampung Kapling, RT 06/01, Desa Karang Baru, Cikarang Utara, setelah Gimin mengajak KH membicarakan masalah uang sewa kontrakan, Ia meminta KH untuk mencuci wajahnya di kamar mandi, karena KH sempat sedih dan kecewa saat tahu suaminya belum membayar uang sewa. Permintaan Gimin untuk memintanya mencuci muka dituruti oleh KH tanpa rasa curiga, namun tanpa disadari KH, Gimin membuntuti korban dari belakang, Gimin menyergap korban dengan memekuk, mencium pipi kanan, serta meremas payudara korban KH.

BACA JUGA:  Sandiaga Ibaratkan Calon Presiden Itu Seperti Pil KB

Mendapat serangan birahi dengan tiba-tiba, HK terperanjak dan mencoba membebaskan diri dan langsung lari keluar dari kontrakan kosong tersebut sambil terisak menuju rumah temannya.

Jaka teman dari suami korban sempat menaruh curiga melihat kondisi KH yang menangis terisak, namun KH tidak mengungkapkan apa yang sudah menimpa dirinya. Sampai akhirnya Jaka menyampaikan kondisi KH kepada suaminya Yang bernama Ahmad.

BACA JUGA:  Bawaslu Surati KPU, Pemilu Tanjungbalai Terancam Tidak Demokratis

Sabtu, (10/5) pasca kejadian korban dan suaminya bersama rekan korban melaporkan kejadian yang menimpa KH ke Polrestro kabupaten Bekasi, namun dari pihak Polrestro (penyidik PPA) sempat menyarankan untuk mediasi.

Mediasi yang ditawarkan mendapatkan jalan buntu, hingga akhirnya suami korban melanjutkan kasus tersebut dengan LP no. LP/427/257 SPKT/K/V/2020/ Restro Bekasi. Pada tanggal (10/5/2020) dengan sangkaan pasal 281 KUHP.

BACA JUGA:  Kafe Miras Berkedok Warung Makan, Menjamur di Pantai Cemoro Songo

Ketidak pahaman korban dan suaminya tentang pasal dan undang – undang, saat diterapkan pasal 281 KUHP oleh penyidik PPA, membuat tanda tanya bagi mereka, karena pelaku tidak ditahan, sehingga mereka kembali keesokan harinya pada hari Rabu, (13/5) dan akhirnya mereka bisa bersyukur karena pasal yang diterapkan telah dirubah oleh penyidik PPA, dari pasal 281 KUHP menjadi 289 KUHP.

Ahmad menyampaikan kepada awak media Kabartoday.co.id terkait perubahan pasal tersebut, ” saya bersyukur kasusĀ  yang menimpa istri saya pasalnya sudah dirubah dengan semestinya, semoga keadilan buat kami akan berjalan dan pelaku segera ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ” kata Ahmad. (Holil)

Komentar