oleh

Krisis Air Di Cibatu, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

kabartoday, Garut – Dimanapun setiap musim kemarau logis terjadi penurunan debit air. Tapi ini kejadiannya menjadi luar biasa, sebagaimana yang terjadi di Kampung Panyingkiran.

Warga Kampung Panyingkiran, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu mulai merasakan kesulitan air bersih menyusul kekeringan pada kemarau 2019 ini.

Guna memenuhi kebutuhan akan air bersih, khususnya keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) mereka mulai turun memanfaatkan aliran air kali Cipacing, begitupun untuk mendapatkannya mereka harus berjalan sejauh 500 meter dari kampung.

BACA JUGA:  Bupati Kampar Sebut Infrastruktur Hal Utama Kebutuhan Masyarakat

‚ÄúSetiap musim kemarau memang warga disini selalu mengalami krisis air bersih. Air kotor seperti di sungai juga terpaksa dipakai untuk kebutuhan Mandi, Cuci Pakaian, dan untuk kebutuhan lainnya. Tapi untuk minum, kami membeli air kemasan atau air bersih dari pedagang keliling, “kata Ujang (48) warga setempat, Kamis (4/7).

Karena penggunaan air kotor itu pula, warga Panyingkiran rawan terserang penyakit gatal-gatal. Ujang berharap Pemkab Garut segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Panyingkiran ini, “paparnya penuh harap.

BACA JUGA:  Tiga Polisi Kena Tusuk Diserang Segerombolan Orang

Ia menyebutkan, saat ini sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Cibatu juga terlihat mengalami kekeringan. Tak sedikit petani mengalami gagal panen. Seperti di Desa Padasuka, Desa Cibunar, Desa Sindangsuka, dan Desa Mekarsari.(Alam)

Komentar