oleh

Kualitas Bangunan Rendah, Praktisi Hukum Angkat Bicara

Kabartoday, Lampung Utara – Pekerjaan proyek pembangunan yang diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2019 di desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) telah menuai kritikan dan sorotan tajam dari berbagai sisi. Pasalnya Camat Abung Tinggi diduga kurang maksimal dalam melakukan pengawasan proses penggunaan dana desa yang dikelola kades Pulau Panggung.

Seperti diketahui bahwa dalam konteks implementasi Dana Desa (DD), camat diharapkan dapat memastikan dan mengawasi penggunaan dana desa hingga tepat sasaran.

Mansuri Camat Abung Tinggi diduga lalai dan kurang maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap proses penggunaan dan kontroling dana desa Pulau Panggung, sehingga patut diduga Camat lakukan pembiaran dan tidak sesuai denfnan juklak maupun juknisnya sehingga berbagai pekerjaan pembangunan desa pulau panggung terkesan asal jadi demi meraup keuntungan besar.

BACA JUGA:  Ledakan di Mall Taman Anggrek, Pihak Manajemen Minta Maaf

Dari pemberitaan sebelumnya, akibat kualitas rendah proyek jalan rabat beton yang bersumber dari an­ggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 dik­erjakan de­ngan nilai Rp 88.822.700 di dusun I dan berpotensi merugikan warga setempat.

Dalam hal ini, Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Suwardi Amri, mengatakan Banyaknya proyek yang dikerjakan menggunakan Dana Desa bermasalah. Faktor tersebut diduga lemahnya pengawasan, baik di tingakat desa maupun camat.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Bersama Warga, Perbaiki Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang Di Labura

Suwardi menyebut kontrol dan penerapan sistem yang asal-asalan menyebabkan proses pembangunan yang buruk. “Ini kok bisa jalan rabat beton yang usianya baru seumur jagung sudah kembali rusak, identifikasi proyek itu jelas menggunakan kualitas rendah sehingga amburadul. “Ucap Suwardi, Selasa (24/3/2020) sore.

Berdasarkan pengamatannya, tangungjawab pembangunan rabat beton adanya dugaan korupsi massal kecil-kecilan. Bahkan tim pelaksana kegiatan (TPK) badan pemerintahan desa (BPD) aparatur desa, dan pendamping di tingkat desa, serta pengawasan dari kecamatan terlihat buruk.

Terkait hal itu, Mansuri mengklaim bahwa pihaknya sejauh ini telah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Abung Tinggi, kecuali desa Puoau Panggung yang dinilai kurang responsif. “Soal itu saya no comment ya karena saya kurang paham, silahkan langsung temui kadesnya. Karna saya bukan tenaga teknis, “jelas Mansuri yang menolak diambil gambar dirinya.

BACA JUGA:  Pejudi Togel Online Dibekuk Tim Reskrim Polsek Kota Banyuwangi

Sementara Kasi Pemerintahan Salmani Ha Rahman memaparkan soal Dana Desa (DD) sejauh ini telah dikroscek baik dari tahap pertama hingga terakhir, bahkan ia juga mengklaim semua terkomtrol.

“Waktu dikroscek, kami lihat bagus, begitu mendengar ada berita soal pembangunan yang rusak, kami perintahkan untuk segera diperbaiki dan itu kami tegor melalui surat, “ulas Salmani.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Kades (Asmuni-red) tidak bisa dikonfirmasi.[]Arm

Komentar