oleh

Kuasa Hukum Hata Sebut Oknum Polisi dan Kades Sirnajati Rekayasa Gelar Perkara

Kabartoday, Bekasi – Sekitar pukul 14.00 WIB penyidik Polsek Cibarusah mengagendakan gelar perkara dadakan terkait penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oknum kades Sirnajati Cs terhadap Hata.

Gelar perkara itu dilakukan pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 di kampung Cisarua RT 01 / RW 06 Bekasi, Jawa Barat yang dijelaskan polisi untuk melengkapi berkas laporan Lp/41/42-Cr/K/2018/Sek-Cr.

Dikatakan Hata (korban.red), sekitar pukul 14.00 WIB, 2 unit mobil sejenis avanza datang kerumahnya. Kedatangan mereka setelah diketahui Hata adalah beberapa penyidik polisi dari polsek cibarusah bersama oknum Kades Sirnajati cs.

BACA JUGA:  Sidang Perdana Mantan Kades Gondang Gelapkan Rp 518.621.835

“Mereka datang kerumah saya dengan tujuan ingin mengetahui kejadian saat terjadinya peristiwa tanggal 31 Desember 18 (gelar perkara) agar saya memperagakan adegan tersebut bersama pak kades. “Kata Hata pada kabartoday.co.id, Minggu (3/3/2019).

Kejanggalan adegan gelar perkara segera dihentikan Hata, menurut ia, adegan tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, karena Kades Sinarjati Cs tidak merasa melakukan perbuatan penganiayaan dan pengeroyokan kepada Hata.

Adegan gelar perkara dadakan yang dibuat oknum polisi Polsek Cibarusah bersama Oknum Kades Sirnajati Cs

“Reka ulang gelar perkara saya stop lah, karena tidak sesuai kejadian sebenarnya. Justru dalam gelar perkara itu malah sebaliknya, Kades merasa saya yang keroyok dengan menggunakan sapu lidi. “Ucap Hata.

BACA JUGA:  Dua Pemuda Tukang Palak Ini Ditangkap Petugas Polsek Sei Beduk

Sementara kuasa hukum Hata, Anju Pardede, SH., saat dihubungi kabartoday.co.id, Minggu (3/3/2019) merasa kecolongan. Anju menilai oknum polisi Polsek Cibarusah ada main dengan terlapor (kades Sirnajati.red).

“Itu jelas melanggar SOP Kepolisian, karena tidak adanya pemberitahuan lebih lanjut dari pihak penyidik secara resmi kepada klien kami dan tim kuasa hukumnya bahwa akan ada gelar perkara di rumah Hata (TKP). “Ungkap Anju.

Anju menilai pihak penyidik Polsek Cibarusah berat sebelah dan tidak profesional dalam menegakkan supermasi hukum klien nya.

BACA JUGA:  Pembakar Mobil Brimob di Slipi Diburu Polisi, Aktivis Minta Ungkap Faktanya

“Dengan mengantongi 2 alat bukti, seharusnya penyidik polsek Cibarusah sudah bisa langsung menetapkan Oknum Kades Sirnajati Cs jadi tersangka. Sudah jelas alat bukti visum dan keterangan para saksi. “Ungkap Anju.

Sesuai dengan aturan Kapolri No 12/2009, jelas Anju, pihaknya akan melaporkan kasus penyalahgunaan jabatan dan tidak profesionalnya oknum penyidik Polsek Cibarusah dalam menangani kasus Hata (kliennya.red) pada hari Senin (4/3/2019) ke Propam Polres, Polda dan Mabes Polri untuk permasalahan kasus yang menurutnya bertele-tele dan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan.(Tom/red)

Komentar