oleh

Kuasa Hukum PT BMQ Laporkan Penambang Ilegal Ke Polda Bengkulu

Kabartoday, Bengkulu – PT. Bara Mega Quantum (BMQ) menyebutkan telah mengalami kerugian Rp. 520 miliar lebih. Kerugian tersebut bersumber adanya dugaan penambangan batu bara ilegal yang beroperasi di atas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP), dengan kepemilikan Direktur Utama atas nama Nurul Awaliyah, sesuai Aka No 35 tahun 2011 dan keputusan Mahkamah Agung Nomor: 1607K/PDT/2013 tertanggal 22 September 2013 Jo Putusan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor: 23/Pdt.G/2011/PN.Bkl, yang diputus tanggal 11 Juli 2011

Kuasa Hukum Direktur Utama PT BMQ, Supriyadi SH MH mengaku, selama ini kliennya yakni ibu Nurul Awaliya sudah cukup bersabar, setidaknya lebih dari 1,5 tahun pihak-pihak yang diduga melakukan penambangan ilegal terkesan dibiarkan saja.

“Permaslahaan ini jelas merugikan klien saya, sedangkan disisi lain, laporan dugaan pelanggaran kepada aparat penegak hukum, justru diminta untuk tidak menambang terlebih dahulu, dan pihaknya mengikuti sembari menunggu berproses secara hukum. “Ucap Supriyadi pada wartawan, Senin (18/3/2019).

Lebih lanjut dikatakan Supriyadi, seharusnya, jika sedang berproses hukum, pihak yang melakukan dugaan penambangan ilegal itu juga diminta untuk tidak melakukan aktifitas penambangan. Tapi fakta yang ada, hampir 1,5 tahun lalu pihak-pihak yang dimaksud, malah terkesan dengan leluasa menambang batu bara diatas lahan yang jelas-jelas secara legal formal milik Ibu Nurul Awaliya.

BACA JUGA:  Polisi Buru Suami Pembacok Istri Hingga Tewas di Padarincang

“Kami dari PT Bara Mega Quantum telah melapor ke Mapolda Bengkulu terkait dugaan pemalsuan domkumen PT Bara Mega Quantum dengan terlapor tiga orang terlapor inisial MN, ST dan DN. “kata Supriyadi.

Selain dugaan pemalsuan dokumen, PT Bara Mega Quantum lebih rinci dipaparkan Supriyadi, pihaknya juga telah melaporkan terkait dugaan penambangan ilegal diwilayah area IUP PT Bara Mega Quantum kode wilayah KW (BT 010-024) tanpa izin dari pemilik lahan yaitu PT Bara Mega Quantum dengan terlapor sembilan perusahaan yang diduga melakukan tambang secara ilegal.

Supriyadi membeberkan bahwa PT Bara Mega Quantum milik kliennya sesuai hasil putusan Pengadilan Negeri Bengkulu yang dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung, dengan resmi menyatakan kepemilikan dengan direktur utama Nurul Awaliyah sesuai dengan akta nomor 35 tahun 2011.
Kemudian ada penggunaan akta yang tidak sah, dipakai untuk merubah dokumen-dokumen PT Bara Mega Quantum serta digunakan untuk menambang secara ilegal ditambang PT Bara Mega Quantum tanpa izin direktur utama yaitu Nurul Awaliyah.

BACA JUGA:  Tak Ada Pimpinan Bawaslu, YPBTN Urungkan Penambahan Alat Bukti

“Dengan bukti yang cukup dan didukung juga fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan, kami sudah melaporkan pihak-pihak yang terkait kepada Polda Bengkulu untuk pidana ilegal mining dan pemalsuan tanda tangan serta dokumen autentik. “Jelasnya.

Supriyadi memaparkan bahwa saat ini, terjadi penambangan ilegal serta pencemaran lingkungan oleh beberapa perusahaan yang bekerja ilegal yang tidak memiliki legalitas jelas, serta tanpa izin direktur utama Nurul Awaliyah sebagai pemilik sah PT Bara Mega Quantum.

“Kami team lawyer PT Bara Mega Quantum (Nurul Awaliyah) sudah berkoordinasi dengan aparat di lokasi. Kami memperjuangkan hak kami. Untuk itu, kami mohon pihak berwajib untuk menghentikan tindakan ilegal mining ditambang kami. Maka dengan tidak sahnya akta-akta nomor 17, 18 dan 27 tahun 2011 tersebut menurut putusan pengadilan sehingga dengan nyata semua dokumen tersebut cacat hukum atau tidak sah. ”Ungkapnya.

BACA JUGA:  Bendera Kuning Simbol Kematian Bertebaran di Komnas HAM

Pemalsuan dokumen yang terjadi dijelaskan Supriyadi, ketika Nurul Awaliyah tidak pernah hadir dalam rapat peralihan hibah saham pada akta 17 sehingga tanda tangan yang ada pada notulen rapat pada hari Sabtu pada tanggal 13 Agustus 2011 bukan tanda tanggannya. Hasil dari rapat notulen tersebut dipergnukan untuk membuat akta nomor 17 tahun 2011 hibah saham PT Bara Mega Quantum.

Kemudian dibuat kembali akta turunan nomor 27 tahun 2011 tentang perubahan dewan direksi PT Bara Mega Quantum tanpa izin dari direktur utama Nurul Awaliyah.

Akta turunan nomor 27 tahun 2011 dipergunakan untuk mengeluarkan keputusan Bupati Bengkulu Tengah tentang perubahan direksi dan pemegang saham PT Bara Mega Quantum di Kabupaten Bengkulu Tengah nomor 627 tahun 2011 serta perubahan kedua peta dan Kordinat SK IUP nomor 339 tahun 2010 menjadi nomor 468 tahun 2013 keputusan Bupati Bengkulu Tengah.

“Sementara, penambangan ilegal dan menghalang halangi kegiatan pertambangan tersebut dilakukan terlapor (sembilan perusahaan) diwilayah area IUP PT Bara Mega Quantum. “Ulasnya.(Op/red)

Komentar