oleh

Lahirnya MOI DKI Jakarta Bukan Sebagai Penantang 

Kabartoday, Jakarta – Pengurus organisasi Media Online Indonesia (MOI) Provinsi DKI Jakarta resmi dilantik. Pelantikan yang dihadiri oleh Kesbangpol DKI Jakarta, para pendiri MOI, rekan-rekan media, dan juga di ikuti hampir seluruh jajaran pengurus MOI DKI ini telah membuktikan sebuah kepatutan penerapan terhadap aturan organisasi sekaligus memberikan warna baru sebagai fungsinya.

Dalam konteks realisasinya, MOI mengajak seluruh media kembali kepada khittah kode etik jurnalistik sebagai panduan moral dalam menjalankan profesi dan bisnis media. Hal itu dikatakan Ketua MOI DKi Prayogie dalam sambutannya usai dilantik di hotel Cempaka, Jakarta Timur, Kamis, (27/2/2020).

Yogi juga mengurai pendewasaan prilaku dan pola management bisnis perusahaan pers kian marak dan menjanjikan konsep yang berbeda. Konsep-konsep tersebut dinilai Yogi sebagai penyaji informasi yang lebih mengedepankan sisi komersil.

BACA JUGA:  Polres Jakbar Gelar Apel Cipkon Kesiapan Patroli Blue Light

“Persaingan perusahaan pers di Indonesia telah menjadi tuntutan variasinya konsep yang harus terus dikembangkan sesuai tuntutan jaman. Bahkan tidak sedikit pemberitaan perselingkuhan maupun pembunuhan secara fulgar diekspose. Pemberitaan tersebut tentunya membawa alur psikologis yang kurang baik bagi anak-anak usia dibawah umur. “Ulasnya.

Pelantikan MOI DKI juga dihadiri Taufiq Rachman dan Lasman Siahaan. Kedua tokoh yang turut membidani lahirnya MOI ini telah sepakat mendukung upaya-upaya yang dilakukan MOI sebagai organisasi kewartawanan yang mampu mengimplementasikan kebebasan pers.

BACA JUGA:  Selama 4 Tahun, KUR Peternakan mencapai Rp. 14,4 Triliun untuk 687.897 Debitur

Lasman menyebut kebebasan itu hanya dibatasi oleh HAM yang merupakan anugerah Tuhan kepada manusia.

Sementara Taufiq Rachman yang memiliki pengalaman jurnalis yang cukup matang sejak 80-an, dan sekaligus sebagai pengusaha sukses yang menakhodai lahirnya Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) ini mengatakan pentingnya informasi publik, dan tak bisa lepaskan dari teori make name news (nama menjadi berita), sehingga marak dengan berita publik figur yang terkesan fulgar. Disinilah peran MOI DKI ditantang untuk mampu mengatasi moral bangsa tanpa menghilangkan fungsi kontrol sosialnya.

BACA JUGA:  Kompak.. Lurah Cijantung Bersama Warga RT12/9 Realisasikan Instruksi PSBB Gubernur

 

Apresiasi lahirnya MOI DKI juga disampaikan Sekjen DPP MOI Jusuf Rizal. Ia berharap MOI DKI akan menjadi barometer dalam penyoalan kode etik jurnalis. Karena menurutnya hal itu kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Selamat atas dilantiknya DPW MOI DKI Jakarta, dan Pengurus yang baru dilantik ini harus siap kerja, dan kami di DPP MOI akan terus melantik semua daerah hingga sayap-sayap MOI terus terkepak diseluruh Indonesia. “Pungkasnya.[]Op/red

Komentar