oleh

Laksanakan Amanat PERDA Kab. Garut No. 11/Th. 2011 Kadisdik Instruksikan Tarik Kembali Penjualan Buku Yang Dijual

Kabartoday, Garut,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut meminta pihak sekolah untuk segera menarik kembali seluruh buku pelajaran yang sebelumnya telanjur dijual kepada siswa karena sesuai peraturan tidak boleh ada penjualan buku pelajaran di sekolah (27/7/2019).

“Intinya, apapun alasannya tetap buku harus dikembalikan, “tegas Kepala Disdik Kabupaten Garut, Totong, Jum’at (26/7)

Ia menuturkan, Disdik Garut telah menerima laporan adanya orangtua siswa SD negeri yang mengeluhkan pembelian buku untuk bahan ajar dengan harga cukup tinggi.

Padahal sesuai peraturan, kata Totong, pengadaan buku untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah ditanggung pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

BACA JUGA:  Kodi M/P Labuhanbatu Desak Kapolri dan Kemendagri Copot Oknum Anggotanya

“Semua jenis buku yang dijual, dan pada prinsipnya pemerintah sudah menyediakan dari dana BOS, “ungkapnya kepada crew.

Totong menyampaikan, setelah mendapatkan laporan, Disdik Garut memanggil kepala sekolah maupun Koordinator Wilayah Disdik di kecamatan untuk mengklarifikasi masalah penjualan buku maupun seragam sekolah.

Selanjutnya, Totong menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak menjual buku kepada siswa karena akan membebani orangtua yang dipastikan tidak semuanya memiliki kemampuan ekonomi yang mapan.

BACA JUGA:  Perhimpunan Wartawan Sritanjung Banyuwangi Ganti Nama

“Dipanggil Kepala SDN 5 Sukagalih, dan Gentra Masekda suruh dikembalikan, “kata Kadis.

Totong menyampaikan, sebelumnya Disdik Garut telah melayangkan surat larangan penjualan buku kepada koordinator wilayah kecamatan, dan kepala sekolah SD dan SMP se- Kabupaten Garut pada 11 Juli 2019.

Surat tersebut menyampaikan Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 11/Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 45 yaitu pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku, seragam, atau pungutan lainnya.

Dalam surat larangan itu salah satunya menyebutkan dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan, “tambah Kadis menerangkan.

BACA JUGA:  Diduga Hendak Tawuran, Polisi Bubarkan Pelajar

Sebelumnya, sejumlah orangtua siswa SD negeri di Kabupaten Garut mengeluhkan mahalnya harga jual buku pelajaran yang hampir satu juta rupiah.

Para orangtua membeli buku bahan ajar sesuai dengan saran guru di sekolah untuk membeli buku di tempat penjualan yang sudah ditunjuk dan wajib dicatat nama siswa yang membeli buku. “papar Kadis menyampaikan hal laporan yang diterimanya. *(Alam)

Komentar