oleh

Laskar Desak Polisi Usut Tuntas Aksi Kekerasan dan Perusakan di Kantor Desa Kedungrejo Oleh GMBI

Kabartoday, BANYUWANGI – Beberapa hari terakhir, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Banyuwangi menjadi sorotan banyak pihak. Karena aksi premanisme yang dilakukan oleh empat anggotanya secara arogan merusak meja aset milik Pemerintah Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar pada hari Rabu (21/08/2019) sangat disesalkan.

Keempat anggota GMBI Banyuwangi tersebut mendatangi Kantor Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dengan memakai seragam menyerupai militer lalu melakukan perusakan terhadap aset desa. Tindakan arogan dan aksi anarkhis empat anggota GMBI Banyuwangi tersebut membuat dua perempuan staf desa Kedungrejo menangis dan sampai saat ini masih trauma.

Aksi kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh GMBI Banyuwangi, ini pun dikecam dan diprotes keras oleh Lingkar Studi Kerakyatan (Laskar).

BACA JUGA:  Di Lampung, Positif Covid 19 Bertambah 12 Orang, Jumlah Komulatif Menjadi 440 Kasus

Laskar pun mendesak aparat kepolisian melakukan pengusutan dan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh GMBI Banyuwangi.

“Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan dilakukan penegakan hukum yang seadil-adilnya atas perusakan dan kekerasan yang dilakukan GMBI Banyuwangi,” sergah Ketua Laskar, Muhammad Helmi Rosyadi, Selasa (27/08/19).

“Aksi anarkis dan premanisme yang dilakukan oleh GMBI Banyuwangi tersebut telah mencoreng nama baik para aktivis LSM. Selain itu, jangan karena memakai pakaian yang meniru seragam militer, GMBI merasa kebal hukum,” tambah Helmi yang juga Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM) ini.

Sementara atas desakan proses hukum oleh Laskar, terkait aksi kekerasan dan perusakan di Kantor Desa Kedungrejo yang dilakukan oleh GMBI Banyuwangi, Kapolsek Muncar mengatakan akan melakukan tidakan tegas dengan melakukan langkah langkah hukum.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kota Gunungsitoli : Hentikan Konversi Mitan Di Pulau Nias

“Kami telah menerima laporan atas kasus kekerasan dan perusakan yang dilakukan anggota GMBI Banyuwangi. Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan bukti, meminta keterangan saksi-saksi. Intinya, lidik terus kita lakukan. Kita akan siapkan dua jeratan pasal sebagaimana KUHP kepada oknum anggota GMBI Banyuwangi yang diduga melakukan aksi perusakan tersebut,” terang Kapolsek Muncar, AKP Zaenuri saat dikonfimasi via telepon pada Selasa (27/08/19) siang.

Sebelumnya, sejak sepekan belakangan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, resah. Hal ini dipicu adanya aksi menjurus kearah kekerasan yang dilakukan sejumlah anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di kantor desa setempat, pada Rabu 21 Agustus 2019 lalu.

BACA JUGA:  Cipkon Kamtibmas Jelang Nataru, Polresta Ambon Gelar Operasi Pekat Siwalima

“Mereka datang kekantor desa, katanya mencari Carik (Sekretaris Desa), karena tidak ketemu, mereka marah,” ucap Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kedungrejo, Ahmadi, Senin (26/8/19).

Keterangan anggota BPD yang ada di lokasi, salah satu anggota LSM GMBI juga sempat menggebrak dan menendang meja hingga rusak. Tak pelak, Dini dan Anis, dua perempuan staf desa yang menjadi terima tamu langsung kaget ketakutan. (HS) 

Caption : Ketua Laskar Banyuwangi, Muhammad Helmi Rosyadi. Meja kabtor Drsa Kedungrejo yang dirusak dan cuplikan video saat GMBI bersitegang demgan petugas kantor desa

Komentar

News Feed