oleh

Layanan Disdukcapil Kabupaten Blitar Di Nilai Tidak Profesional

kabartoday, Blitar – Beberapa Warga di Kabupaten Blitar mengeluhkan lamanya Proses kepengurusan Pindah domisili Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain harus menunggu antrian berjam jam, warga masih juga harus bolak balik hingga empat kali untuk datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang berada di Kelurahan Satrean Kecamatan Kanigoro.

Seperti yang di alami Yoko (42) laki-laki asal Desa Bumirejo Kecamatan Kesamben ini, ia harus rela bolak-balik dengan jarak tempuh Puluhan kilometer.

Yoko mengajukan Perubahan domisili di KTP nya Karena pindah alamat ke Desa Bulurejo Kecamatan Doko.

“Waduh mas, mengurus pindah domisili prosesnya menyita banyak waktu, saya harus bolak-balik hingga empat kali, padahal jarak dari tempat saya kesini tidak kurang dari dua puluh lima kilometer. “Kata Yoko.

Yoko juga mengeluhkan dengan proses seperti ini tentu saja dirinya tidak bisa bekerja.

Hal senada juga di lontarkan Narsih (39), Ibu asal Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro ini mengaku kesal saat mengurus pindah domisili di Kantor Disdukcapil. dirinya tidak menyangka jika saat ini masih saja ada Pelayanan yang memakan waktu lama.

BACA JUGA:  Pemprov Jabar Akan Kucurkan Dana Penataan Alun-Alun Karawang

“Saya kecewa pada Proses dan Layanan Kantor Disdukcapil. “ucap Narsih kepada media ini .

Kekecewaan tersebut ia katakan pada hari Senin (22/4/2019) ketika dirinya datang untuk mengajukan ganti KTP Karena pindah Domisili.

“Saya saat itu tiba jam 08.00 wib, dan langsung menanyakan prosedur pada petugas yang ada di depan pintu Masuk. Namun untuk memperoleh nomer antrian, ia di suruh datang pada jam 13.00 wib.

“Dengan penuh kesal dan kecewa, saya pun pulang, setelah itu kembali lagi, petugas meminta Foto Copy Kartu Keluarga (KK) untuk di Cap stempel, barulah saya mendapatkan nomer antrian dengan Nomer 85. “terang Narsih.

Namun Narsih tidak menyangka jika nomer antrian tersebut ternyata digunakan untuk layanan pada lain Hari, yaitu hari Rabu tanggal 24 April 2019 dengan jam layanan Pukul 09.00 – 10.00 Wib.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Kepulauan Aru Semprot Cairan Disinfektan Keliling Kota Dobo

“Saya kira nomer antrean itu untuk proses hari ini, ternyata untuk Besok lusa. “katanya.

Pantauan kabartoday.co.id dilapangan pada Rabu (24/4/2019). Narsih datang sebelum pukul 09.00, saat itu bersama puluhan warga, Narsih duduk di tempat antrian di depan Kantor Capil menunggu giliran di panggil. sekitar 40 menit, Narsih di panggil bersama empat orang lainya untuk pindah tempat antrian. Kali ini Narsih mendapat tempat duduk untuk mengantri di dalam Kantor Disdukcapil.

Setelah hampir satu jam menunggu, pukul 10.36 Wib, Narsih mendapat panggilan Layanan oleh Petugas. Lebih lanjut Petugas meminta berkas yang di bawa Narsih yaitu KTP asli, KK serta No antrean.

Kemudian petugas memberikan kertas Slip sebagai bukti pengambilan layanan, alangkah kecewanya Narsih setelah mengetahui jika Pada Kertas slip tersebut tertulis tanggal Pengambilan layanan yaitu ditanggal 8 Mei 2019.

BACA JUGA:  DLHK Karawang Undang Rapat Dansektor 18 Citarum Harum

“Capek mas, ini berarti saya masih harus kembali ke sini dua minggu lagi. “kata Narsih dengan muka lesu.

Seperti di Ketahui, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan kebijakan untuk mendukung semangat dalam memberikan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang mudah dan cepat, sebagai contoh, pindah domisili tidak perlu lagi mengantongi surat pengantar dari RT/RW, masyarakat cukup datang ke Dinas Kependudukan setempat dengan membawa e-KTP dan Foto Copy KK, namun kenyataan di lapangan berbeda.

Sistem pelayanan Disduk capil Kabupaten Blitar dinilai Payah dan kurang cepat, warga berharap hendaknya Pihak yang terkait mencari regulasi agar Masyarakat tidak perlu bolak-balik, hingga menyita waktu dan aktivitas mereka.

Sementara itu, Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Blitar, Luhur Sejati, S.Pd., saat ditemui kabartoday.co.id sedang tidak berada di Kantornya, “mungkin Kepala Dinas Keluar Kota mas. “Kata Petugas Satpam.(Dwi)

Komentar