oleh

Lebih Dari 192 Juta Jiwa Menentukan Indonesia Kedepan

Kabartoday, Jakarta – Pemilu 2019 telah tiba, lebih dari 192 juta jiwa telah terdaftar menjadi pemilih tetap. Ini akan menjadi pergulatan terbesar dari hajatan pesta demokrasi Indonesia.

Antusias masyarakat Indonesia semakin meningkat dalam pemilihan wakil rakyat dan pemimpin Indonesia kedepan. Hal itu dikatakan pemerhati pers dan juga pengusaha sukses H. Yuslan Arief saat dikomunikasikan kabartoday.co.id, Rabu pagi (17/4/2019).

Menurut Yuslan, pemilu serentak tahun ini telah menyadarkan rakyat Indonesia betapa pentingnya demokrasi yang jurdil. Ia juga menegaskan agar tidak adanya intimidasi dari pihak-pihak yang akan merusak jalannya pemilu ini.

BACA JUGA:  Ditbinmas Polda Banten, Himbau Warga Cegah Covid-19 Dengan Ikuti Protokol Kesehatan

“Rakyat Indonesia sudah cerdas dan tau siapa yang akan dipilih, jadi jangan ada intimidasi dan yang mau coba-coba merusak pesta demokrasi bangsa. “Ucapnya.

Yuslan juga mengharapkan, dengan menentukan pilihan yang hanya tidak kurang dari 5 menit di TPS, akan menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan.

Sementara Satgas BPN untuk Kota Pekanbaru Riau, H. Syarnubi mengatakan meski diakui pemilu 2019 tergolong iklim politik yang cukup memanas, namun tetap diharapkan patuh pada aturan.

BACA JUGA:  Pengacara: Iwan Bilang Tuduhan Polri Terhadap Kivlan Zen Berbalik Fakta

“Iklim politik kita memang cukup memanas belakangan ini, tapi tetap pada aturan yang berlaku. Rakyat punya HAK menentukan pilihannya, dan hindari kecurangan. “Kata Syarnubi.

Syarnubi juga mengkritisi adanya berbagai kecurangan yang dilakukan sebelum hari ini, 17 April 2019. Banyak surat suara telah tercoblos, baik yang di liar negeri (Malaysia) maupun di Indonesia, bahkan banyak kotak suara rusak.

BACA JUGA:  RR Sebut Tidak Ada Yang Dibanggakan Kinerja Pemerintah Di bidang Ekonomi

“Semua harus menjadi perhatian khusus, bahwa kecurangan-kecurangan tersebut jangan dipolitisir, begitu juga dengan banyaknya kotak suara yang rusak, kita berharap rakyat dapat mencoblos dan jadilah pemenang sejati, kalau kalah harus menerima dengan lapang dada bahwa rakyat menginginkan perubahan. “Tegas Syarnubi.(Op)

Komentar