oleh

Leysandri Resmi Menjabat Sekda Definitif Provinsi Kalbar

Kabartoday, Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji melantik A. L. Leysandri sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) definitif di Balai Petitih, kantor Gubernur Jalan A.yani.

Pelantikan A.L. Leysandri sebagai Sekda Provinsi Kalbar ini, setelah melalui lelang jabatan (Open Bidding) dengan hasil peringkat pertama dari lelang jabatan tersebut.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menyampaikan pesan kepada Sekda yang baru dilantik, untuk segera meningkatkan pelayanan publik di jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar.

Menurutnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kalbar masih dikategorikan zona merah, dan baru OPD satu saja berada di kategori zona hijau berdasarkan penilaian Ombudsman yang dikeluarkan beberapa waktu yang lalu.

“Sekda yang baru dilantik untuk meningkatkan layanan publik dengan baik, karena kita ini dari seluruh OPD masih banyak di zona merah, dan zona hijau baru satu kalai tidak salah baru satu yaitu DPMPTSP. ” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji usai pelantikan, Kamis (20/6/2019).

BACA JUGA:  Yonif Raider 509/Divif 2 Kostrad, Pos Towe Hitam Jaga Tapal Batas RI-PNG di M.M 5.1

Orang nomor satu di Kalbar ini, meminta kepada Sekda untuk mengembalikan tata kelola birokrasi dengan baik sesuai dengan aturannya.

“Transparansi program dan anggaran itu penting, hindari penyimpangan-penyimpangan penggunaan anggaran terutama yang rutin. Kalau masalah belanja modal lewat tender, tapi kalau rutin itu tidak boleh ada penyimpangan, “ucapnya.

Kekuatiran Sutarmidji selalu diingatkan agar seluruh OPD di jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar hati-hati menggunakan uang Negara, karena diakuinya banyak temuan dari hasil audit, ia tidak sengan untuk menganti kepala OPD tersebut.

BACA JUGA:  Kapolres Jakarta Pusat Benarkan Ada Penyusup Copet Bikin Ricuh Munajat 212

“OPD kalo ada temuan-temuan itu banyak dan signifikan, sudah kita akan ganti kepalanya. Kemungkinan minggu depan akan melantik eselon II, ada 14 atau 15 eselon yang bakal dilantik, “tegasnya.

Sementara Sekretariat Daerah (Sekda) A. L. Leysandri mengutarakan, dirinya akan segera meningkatkan pelayanan publik dalam waktu yabg telah di amanahkannya, sesuai dengan makalah dalam open bidding. Sebab berdasarkan penilaian Ombudsman ada beberapa OPD yang berada di zona merah, dan dirinya siap untuk menaikkan peringkat penilaian OPD serta melakukan pembenahan di jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar.

BACA JUGA:  Jalan Raya Depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar Pecah dan Berlubang

“Saat ini harus diakui, pemerintah provinsi Kalbar masih lemah dalam tata kelola pemerintahan, khususnya pelayanan publik, karena berdasarkan penilaian Ombudsman, kita masih di posisi D, kemudian di laporan pemerintahan juga masih di posisi D, sehingga memang harus banyak pembenahan. “harap Leysandri.

Sebagai pimpinan tertinggi ASN di Kalbar, dirinya meminta kepada semua OPD yang ada untuk mengerti hal ini dan bisa bekerjasama dengan baik dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

“OPD harus mampu menterjemahkan setiap visi dan misi yang diusung oleh bapak gubernur dan wakil gubernur serta menjalankan fungsinya dengan baik. Kepala OPD jangan lagi apatis dan menyerahkan setiap pekerjaan kepada kabid, “Jelas Leysandri.(Gun)

Komentar