oleh

Lima Pelaku Pesta Narkoba di Asrama Polisi Ambon Jadi Tersangka

Kabartoday, AMBON – Tiga polisi personil Sabhara Polda Maluku serta dua warga sipil yang digerebek saat pesta narkoba di Asrama Polisi  (Aspol) Tantui Kota Ambon pada Senin (13/1/2020) dinihari akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Tiga anggota polisi yang ditetapkan tersangka yaitu Bripka Ilham Lembang alias Ilo (35), Brigpol Eivandeed  Matrutty (31) serta Brigpol Afrizal Masaoi (31). Dua tersangka lain dari warga sipil yaitu Semmy Uneputty (46) warga kompleks da Silva, Belakang Soya Kecamatan Sirimau Kota Ambon dan seorang wanita muda Herlina alias Lina (31) warga Pandan Kasturi Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Selain lima tersangka, barang bukti yang diamankan dari kamar Bripka Ilham Lembang Ilo di Aspol Tantui ini  antara lain satu paket sabu ukuran kecil yang di bungkus dalam dos rokok sampoerna merah. Satu set alat hisap sabu (bong), tiga plastik bening ukuran kecil, satu buah korek api gas serta lima unit handphone. Total jumlah sabu yang diamankan seberat 0,4 gram.

Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat saat ekspos kasus narkoba ini mengungkapkan tiga polisi tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. “Semuanya (lima) sudah jadi tersangka. Tiga diantaranya adalah anggota Polri,” jelasnya kepada wartawan di ruang lobi Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Selasa (14/1).

Ia tegaskan, institusi kepolisian sengaja melakukan ekspos kasus ini untuk menunjukan ketegasan serta keseriusan  pimpinan kepolisilan dalam penanganan tindak pidana terutama narkotika yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

Ohoirat yang dalam rilis tersebut didampingi Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau- Pulau Lease Komisaris Besar Polisi Leo Nugraha Simatupang, Kasatresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Jufry Djawa serta Kasi Propam Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Yabes Payung mengatakan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis serta dan Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa menegaskan untuk menindak serta memproses hukum setiap bentuk tindak pidana yang dilakukan oleh anggota polisi termasuk kasus narkotika.

BACA JUGA:  Lanjutan Rakornas TP PKK Di Jakarta

“Kami sengaja tampilkan untuk menunjukan bahwa kami ini serius dalam hal penanganan tindak pidana terutama  narkotika. Karena itu sudah merupakan instruksi langsung dari Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda. Baru dua minggu lalu dilakukan pemecatan terhadap dua anggota terhadap narkoba. Ini menunjukan bahwa kita tindak tegas dan komitmen tidak akan melindungi siapapun yang terkait dengan narkoba,” tandasnya.

Barang bukti yang diamankan tim satresnarkoba saat menangkap pelaku pesta narkoba di Asrama Polisi Tantui Kota Ambon Senin (13/1/2020) pukul 02.00 WIT

Ohoirat yang sebelum menjadi Kabid Humas Polda Maluku menjabat Wadirreskrimum Polda Maluku ini mengatakan terhadap kinerja Polresta Pulau Ambon dan Pulau- Pulau Lease patut diberikan apresiasi karena berhasil mengungkap dan menangkap anggota polisi yang terlibat narkoba.

Ia menyesalkan perbuatan tiga anggota yang terlibat narkoba karena telah mencoreng wajah institusi kepolisian terutama Polda Maluku. Padahal baru dua pekan lalu, Kapolda Maluku mengambil tindakan tegas berupa  Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap anggota polisi yang terlibat berbagai tindak pidana termasuk narkoba, namun sekarang terulang lagi ulah yang memalukan. “Ini yang kita sesalkan, baru saja beberapa hari lalu Bapak Kapolda mengambil suatu tindakan tegas, sekarang sudah terulang lagi,” ujarnya.

Perwira menengah polri berpangkat tiga melati dipundaknya ini tegaskan diantara sekitar tujuh ribu lebih anggota  Polda Maluku masih sangat banyak yang berkelakuan baik. Karena itu, institusi kepolisian tidak akan rugi untuk memberhentikan personil polisi yang melakukan pelanggaran berat termasuk tindak pidana narkoba.

BACA JUGA:  KKN Unsiska Bantu Bak Sampah Permanen di Rengasdengklok Utara

Terhadap tiga anggota polisi yang telah ditetapkan tersangka tindak pidana narkoba ini, Ohoirat tegaskan bisa saja  berujung pada PTDH alias pemecatan. Karena tindaka mereka sangat memalukan, apalagi menggunakan asrama polisi sebagai tempat untuk mengkonsumsi narkoba.

“Sanksi bisa saja berujung pada pemecatan, karena selain dari pidana umum kita juga proses pelanggaran disiplin  sebagai anggota Polri,” tegasnya.

Tiga personil Direktorat Sabhara Polda Maluku bersama dua warga sipil lainnya diantaranya satu perempuan menggelar pesta narkoba jenis sabu di Asrama Polisi kawasan Tantui Kota Ambon. Mereka pun dicokok personil Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pulau Ambon dan Pulau- Pulau Lease Senin (13/1/2020) sekitar pukul 02.00 WIT.

Tiga anggota Ditsabhara yang ditangkap masing- masing Brigpol Eivander alias Evan (32), Bripka Ilham Lembang (35) dan Brigpol Afrisal Wasaoi alias AF (31). Sementara dua warga sipil yang ikut diamankan yaitu Semy Uneputty alias Semi (45) dan seorang wanita Herlina alias Lina (30). Brigpol AF sendiri pernah bertugas di Propam Polda Maluku.

Barang bukti yang diamankan dari kamar Bripka Ilham Lembang Ilo di Aspol Tantui ini antara lain satu paket sabu ukuran kecil yang di bungkus dalam dos rokok sampoerna merah. Satu set alat hisap sabu (bong), tiga plastik bening ukuran kecil, satu buah korek api gas serta lima unit handphone.

Lima tersangka pesta sabu di Asrama Polisi Tantui Ambon. Tiga anggota polisi (hadap depan) dan dua warga sipil (hadap belakang)

Informasi media ini, penggerebekan pesta narkoba ini berawal saat personil satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau- Pulau Lease mendapat informasi seorang warga akan membeli sabu. Setelah dilakukan pendalaman, tercium bahwa Semy Uneputty warga kompleks da Silva Belakang Soya Kecamatan Sirimau akan membeli sabu di Tulehu.

BACA JUGA:  DLHK Karawang Undang Rapat Dansektor 18 Citarum Harum

Pada Minggu (12/1) malam, personil Satresnarkoba kemudian bergerak menuju Tulehu. Sekitar pukul 19.00 WIT,  mereka stand by menunggu pelaku di kawasan Tugu Pelor Desa Tulehu. Beberapa waktu kemudian mereka melihat pelaku melintas kembali ke Ambon. Saat itu pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha MX King warna hitam putih dengan nomor polisi DE 2407 LY. Anggota polisi membuntuti Uneputty yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Kota Ambon.

Setelah beberapa lama membuntuti, polisi melihat Uneputty masuk ke kompleks Asrama Ditsabhara Polda Maluku di Tantui. Tim Satresnarkoba menduga masuknya Uneputty ke Asrama Sabhara ini untuk mengelabui polisi. Mereka kemudian menunggu berharap Uneputty segera keluar dari Asrama Polisi ini. Namun beberapa jam ditunggu,  ternyata Uneputty belum juga keluar.

Tim Satresnarkoba kemudian berkoordinasi dengan Danton 3 Dit Samapta Ipda M. Iqbalul Fikri serta Kepala Seksi Propam Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Yabes Payung untuk bersama-sama melakukan penggeledahan. Saat masuk ke Asrama Polisi, mereka berhasil menemukan Uneputty. Mereka kemudian menginterogasinya. Uneputty akhirnya menunjuk sebuah kamar di Aspol tempat mereka mengkonsumsi sabu. Kamar tersebut ternyata tempat tinggal Bripka Ilham, jebolan bintara polisi angkatan 22 ini.

Saat sejumlah anggota masuk ke kamar Bripka Ilham, mereka menemukan empat orang sementara berada dalam kamar tersebut. Tiga diantara anggota polisi serta seorang perempuan. Mereka mengakui baru selesai mengkonsumsi sabu.

Barang bukti yang diamankan dalam kamar tersebut antara lain satu set alat hisap sabu (bong), tiga plastik bening ukuran kecil, satu buah korek api gas serta lima unit handphone. Sementara satu paket sabu ditemukan di atas meja kantin yang letaknya disamping asrama. Paket sabu ini kemudian diketahui diletakan oleh Brigpol Eivander.

Kemudian tiga anggota polisi bersama dua warga sipil serta barang bukti digelandang ke Kantor Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di kawasan Perigi Lima Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan intensif penyidik. (Manuel)

 

Komentar