oleh

Lima terdakwa Dalam kasus Dugaan Pemalsuan Akta mengajukan eksepsi

Kabartoday.sidoarjo – Sidang Kasus dugaan pemalsuan surat tanah senilai 300 miliar lahan milik Puskopkar Jawa Timur seluas 25 hektar kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo,Senin(11/11/2019).

Agenda sidang kali ini para terdakwa mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang dianggap amburadul ini. Henry Jocosity Gunawan pemilik PT Gala Bumi Perkasa terdakwa atas kasus dugaan penyerobotan dan pemalsuan dokumen.

Dalam ruang sidang Tirta Henry duduk bersama terdakwa Notaris Yuli Ekawati,  notaris Dyah Ekasari Nuswantari, Reny Susetyowardhani Direktur Utama PT Dian Fortuna, Erisindo dan notaris Umi Kalsum mendengarkan eksepsi dari kuasa hukumnya atas dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Budi Cahyono.

BACA JUGA:  Tergugat Jokowi dan Menristekdikti Tak Hadiri Sidang ke 4 Terkait Ijazah Palsu Rektor Unima

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Henry J Gunawan dikenakan pasal berlapis. Selain pemalsuan surat,juga memasukkan keterangan palsu dan dinyatakan melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan di atas tanah yang belum bersertifikat.

Padahal diketahui yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.Dalam kasus ini ” Terdakwa melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP serta pasal 385 ke -1 KUHP,” kata Budi Cahyono.

BACA JUGA:  Perempuan Maluku Utara Bangkit Menuju Pileg 2019

Sementara itu Hotman Sitompul, Penasihat Hukum (PH) terdakwa menyampaikan nota keberatan (eksepsi). Menilai dakwaan JPU absurd dan tidak lengkap serta mengada-ada. Oleh karena itu, pihaknya meminta hakim untuk menghentikan persidangan.

“Kami minta majelis hakim tidak meneruskan persidangan. Karena dakwaan jaksa tidak jelas,” kata Hotman Sitompul.
Hal yang sama disampaikan Achmad Budi Santoso, Penasehat Hukum terdakwa Reny Susetyowardhani. Baginya dakwaan JPU tidak jelas. Terutama soal kapan dan dimana kejadian kliennya melakukan tindakan yang dituduhkan dalam dakwaan.

BACA JUGA:  Meski Kecewa, Prabowo Hormati Keputusan MK

“Kami minta hakim menolak dakwaan JPU dan membatalkan perkara ini demi hukum. Karena dakwaan JPU tidak sempurna,” pintahnya. Sementara atas eksepsi PH para terdakwa itu, tim JPU Budhi dan Andik menyatakan bakal menyampaikan tanggapan tertulis dalam sidang berikutnya.

Bahkan siap mematahkan eksepsi dari para terdakwa itu. Usai itu Ketua Majelis Hakim, Achmad Peten Sili, kemudian mengakhiri persidangan. Sidang bakal dilanjutkan pekan depan.[] Try Agust.

Komentar