oleh

Limbah FABA Mengusik Warga Desa Kisik

Kabartoday, Gresik – Pentingnya penataan ruang di kepadatan hunian warga sangat diperlukan hadirnya pemerintah sebagai penyelenggaraan yang transparan, efektif, dan partisipatif agar terwujudnya keharmonisan, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Dilansir dari LPK Nusantara Merdeka, Kabupaten Gresik sisi utara terdapat lahan yang dijadikan tempat penimbunan Limbah, lahan kosong dibuangi limbah B3 “FABA”.

Menurut keterangan kepala Desa Kisik kecamatan Bungah bahwa lahan tersebut memang masuk wilayah Desa Kisik, kqn tapi pengawasannya tidak sampai kearah limbah, “Itu dulu pernah diprotes warga karena galian C nya terlalu dalam, Kami tidak tau jika lahan tersebut sekarang dibuangi limbah B3. ”ungkap ‘S’ Pj kepala Desa Kisik.

BACA JUGA:  Pesta Sabu, 3 Oknum Wartawan dan 2 Orang Lainnya Digrebek Polisi

Sementara sumber lainnya dari salah satu perangkat Desa juga menjelaskan, di tahun 2018 sewaktu mantan kepala Desa naik haji memang ada orang yang datang kedesa Kisik untuk ijin membuang limbah B3 di lokasi tersebut dengan janji-janji akan memberikan atensi retribusi ke Desa.

“Waktu itu mantan kepala Desa lagi disana (Mekah), saya hubungi beliau dan ia menolak adanya pambuangan limbah B3 diwilayah Desa Kisik. ”kata seorang perangkat desa.

Dengan adanya temuan limbah B3 yang di duga baru dibuang dilahan tersebut, maka YALPK mencoba menghubungi pihak kepolisian resort polres gresik untuk ditinjau dan dilakukan proses secara hukum.

BACA JUGA:  Saingi Cap Tikus NTT Akan Produksi Sophia Dengan Kadar Alkohol 45%

“Tim Tipiter Polres Gresik langsung menyikapinya dan turun ke lokasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Igo fasar A dengan tiga anggotanya ke lokasi limbah.

“Limbah B3 jenis Flay Ash Bootom Ash (FABA) yang dibuang secara liar dilahan yang terbuka ini jadi permasalahan baru. Saya akan cari tau dulu pak, siapa pemilik lahan dan darimana asal limbah ini. Kita fokus limbah yang baru ini saja. ”beber Igo fasar.

BACA JUGA:  Libur Lebaran Anies Pastikan Puskesmas Tetap Buka 24 Jam

Limbah B3 yang dibuang di lokasi tersebut sangat mencemarkan lingkungan, dari jarak sekitar 50 meter saja baunya sangat menyengat dan tidak sedap.

“K/B sudah kami pangil, dia berdalih itu lahan miliknya. Kami akan cari tau dulu siapa pemilik lahan tersebut. Saya akan datangi RT/RW setempat, jika perlu sampai ke Desa wilayah tempat limbah ini dibuang. ”ucap Igo.

Fakta dilapangan menjelaskan adanya pagar pembatas tembok belakang milik K/B terbuka, dugaan kuat masuk dan keluarnya truk pengangkut limbah B3 atau alat berat untuk dari pintu pagar tersebut.(Bjs/Hs/red)

Komentar