oleh

LSM Perkara Garut Sikapi Proyek KPR Bersubsidi Yang Diduga Serobot Saluran Irigasi Milik Pemda

Kabartoday, GARUT – Tokoh masyarakat (tomas) Kampung Cijoho RW 05 Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, H Giri Anzani, menyoal putusnya saluran irigasi sebagai aset pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Garut. Karena saluran irigasi itu sejatinya untuk mengairi areal persawahan seluas 25 hektar yang terletak di wilayah RW 04 dan RW 05 Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan.

Dalam keterangannya, Giri Anzani menyebutkan, hilangnya saluran irigasi tersebut seiring dengan dibangunnya komplek perumahan seluas 1,5 hektar diatas saluran irigasi tersebut. “Dampaknya jadi menimbun seluruh badan saluran irigasi yang membentang ditengah areal komplek ini,” lontar pria berusia 58 tahun ini.

Pembangunan komplek perumahan tersebut dilaksanakan oleh pengembang, sebagaimana tertulis di papan proyek atas nama PT. Mandala. Anehnya, warga masyarakat setempat tidak pernah memberikan tanda tangannya untuk dasar diterbitkannya izin pembangunan dari instansi terkait.

“Terutama dalam hal perizinan setempat, terkait pembangunan perumahan Sindanglaya Asri. Kami selaku warga setempat tidak pernah menerima permohonan dukungan yang diajukan kepada warga untuk izin dibangunnya komplek perumahan ini. apalagi memperkuatnya dengan tanda tangan, sama sekali kami tidak tahu itu,” sergah Giri Anzani, saat dikonfirmasi Kabar Today di kediamannya, Kamis (22/8/19) kemarin.

BACA JUGA:  Kongres Forwat Pertama berjalan lancar sukses dan demokrasi

Ditambahkan Giri Anzani, diputusnya saluran irigasi ini berpotensi timbulnya kendala dan permasalahan pengairan bagi areal persawahan seluas 25 hektar yang sebelumnya menjadi tumpahan irigasi tersebut. “Selain itu, banjir pun potensial terjadi dilingkungan kami. Seperti pada musim hujan tahun kemarin, ruas jalan raya dan beberapa rumah warga di kampung Cijoho ini terendam air. Padahal disini sebelumnya tidak pernah terjadi begitu,” bebernya.

Tentang izin warga, lanjut Giri Anzani, dikabarkan ada salah seorang oknum warga setempat yang menerima uang dari seseorang dari pihak pengembang. Bahkan nilainya cukup fantastis, yakni sebesar Rp 30 juta, yang peruntukannya sebagai biaya mengurusi perizinan dari warga setempat.

BACA JUGA:  Muslim Arbi Nilai Ceteknya Argumen Petisi Pencopotan Anies Baswedan

“Tetapi warga dilingkungan kami menyatakan tidak merasa kedatangan oknum yang membawa uang tersebut dan juga tidak pernah menandatangani permohonan izin warga,” sesal Giri.

Masalah ini pun sudah beberapakali dilakukan mediasi antara warga dengan pihak pengembang dan dengan unsur pemerintahan setempat. Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang konkrit dan riil.

“Karena buntu, kami pun mengadukan soal ini kepada LSM Perkara untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan dilingkungan ini,” pungkas Giri.

Ditempat yang sama, Ketua DPC LSM Perkara Kabupaten Garut, Harun Arrasyid, menyampaikan keterangannya terkait pengaduan dan mandat yang diterimanya dari H Giri Anzani selaku perwakilan warga masyarakat Kampung Cijoho.

“Disini kami dan rekan siap untuk menjembatani. Kami tempuh melalui jalur kelembagaan sesuai amanah yang kami emban,” ungkap Harun Arrasyid.

Bahkan LSM Perkara juga sudah menurunkan tim untuk turun ke lokasi dan melakukan maping permasalahannya, sekaligus mendalami serta mengkoordinasikan dengan para pemangku kebijakan setempat terkait persoalan dimaksud.

BACA JUGA:  Taukah Anda Tentang Pondok Yatim Afwaja?

Senada, Alam Surahman, Plt. Sekretaris Jendral (Sekjen) DPC LSM Perkara Kabupaten Garut, ikut menimpali dan menilai permasalahan ini bukan saja sebatas persoalan lingkungan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Paska lembaga kami menurunkan tim untuk cek lokasi, terdapat temuan dugaan penyerobotan dan perusakan aset pemda, yang diduga akibat adanya pengabaian serta kelalaian para pihak terkait perawatan atau pemeliharaan hingga ada dampak atas saluran irigasi ini,” ucapnya singkat.

Sementara Dani Herdiana selaku Koordinator Bidang Investigasi LSM Perkara mengatakan, terkait temuan di lapangan ketika bersama tim nya turun ke lokasi, langsung dia laporkan ke lembaganya. “Secara kelembagaan sudah kami laporkan. Untuk tindak lanjutnya kami tunduk dan patuh terhadap keputusan lembaga,” tutupnya. (Tim Biro Garut) 

Komentar

News Feed