oleh

Lurah Kramat di Duga Abaikan Perda Nomor 8 Tahun 2007

Kabartoday, Jakarta РTerbitnya surat nomor 791.1-071.3 yang di terbitkan lurah Kramat tentang  pe nonaktifkan ketua RT 08/08 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen Jakarta Pusat yang menjadi viral di beberapa media menjadi polemik di kalangan masyarakat sekitar.

Kepada Kabartoday, Ketua RT 08/08 menyampaikan alasan mengapa menunda menanda tangani surat permohonan pindah alamat dari daerah  lain ke wilayahnya, karena belum sesuai dimana telah di atur pada Perda Nomor 8 tahun 2007 pasal 57, dimana pemohon dalam hal ini penghuni Kost dan Pemilik rumah Kost belum melaporkan kedatangan yang sudah lebih dari 2 X 24 Jam. Sedangkan di pasal 61 ada sangsi hukumnya bagi penghuni maupun pemilik rumah kost kalau tidak melapor.

Lebih lanjut Jimmi Pardede selaku ketua RT 08/08 menyanyangkan sikap Lurah Kramat yang telah mengeluarkan surat pe nonaktifan dirinya tanpa melakukan mediasi terlebih dahulu dengan penghuni maupun pemilik Kost, dan tidak berdasar kepada Peraturan Gubernur nomor 171 tahun 2016 pasal 36, dimana Lurah Kramat bertanggung jawab atas pembinaan pengurus RT, dan di pasal 36 ayat 5, di nyatakan Camat yang berhak menonaktifkan Ketua RT dengan mengatas namakan Walikota.

BACA JUGA:  Misteri Kematian Parulian Hutapea, Diduga Diracun

Saat akan di konfirmasi, jumat 14/12 lurah H. Suparjo, SH sedang tidak berada di tempat.[] A. Rachman

 

Komentar