oleh

Mahasiswa Sorsel Demo Desak Bupati Realisasikan Biaya Hibah Studi Akhir

-Daerah-156 views

Kabartoday, Sorong Selatan
Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Sorong Selatan menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Sorong Selatan (Sorsel) di Teminabuan Rabu (29/05/2019).

Puluhan mahasiswa ini tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sorong Raya dan Himpunan Mahasiswa Sorong Selatan (HIMASOS) se-Indonesia. Mereka mendesak Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli segera merealisasikan biaya studi akhir mahasiswa asal Sorsel.

Ferry Onim selalu koordinator lapangan (korlap) aksi ini dalam orasinya menyampaikan dua tuntutan kepada pemerintah Sorsel. Tuntutan pertama, meminta Pemkab Sorsel segera merealisasikan biaya studi akhir mahasiswa asal Sorsel. Kedua, meminta Pemkab Sorsel menyediakan asrama untuk tempat tinggal mahasiswa Sorsel yang berkuliah di Kota Sorong.

“Kami minta pemerintah kabupaten Sorong Selatan untuk segera bisa merealisasikan biaya Studi akhir mahasiswa. Mengingat kalender akademik perkuliahan terus berjalan,” teriak Onim saat berorasi di depan Kantor Bupati Sorsel.

BACA JUGA:  31 Pemudik Jalani Perawatan di Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Menurutnya, permintaan pengadaan asrama karena banyak mahasiswa asal Sorsel yang menuntut ilmu di sejumlah Perguruan Tinggi di Kota dan Kabupaten Sorong.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sorong Selatan S Salamuk menjelaskan Pemerintah Sorong Selatan setiap tahun menganggarkan dana hibah untuk membantu mahasiswa Sorsel putra dan putri asli Papua yang kuliah di seluruh di seluruh Indonesia.

S Salamuk, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong Selatan

“Realisasi dana study akhir selama ini berjalan sangat baik dan lancar serta tidak mengalami hambatan. Kalau pun ada, itu karena persoalan atministrasi dari mahasiswa berupa persyaratan yang belum lengkap masuk ke Pemda,” jelasnya.

Ia katakan menyangkut persyaratan guna mendapat bantuan studi akhir, semuanya di buat oleh pihak BPK. Pemkab Sorsel tinggal menjalankannya.

Menurutnya, jika data dan persyaratan mahasiswa yang diminta sudah rampung, pihak Pemkab segera membayarkan. Tetapi jika ada yang belum rampung, maka akan dimasukan pada pembayaran tahap kedua di tahun berjalan. Salamuk memastikan semua mahasiswa asal Sorsel akan mendapatkan haknya asalkan melengkapi persyaratan yang diminta.

BACA JUGA:  Kapolres Ambon Pimpin Ratusan Polisi "Serbu" Empat Markas TNI

Menyangkut jumlah alokasi dana hibah, ia ungkapkan nilainya bervariasi, tergantung jurusan ilmu yang diambil. Untuk program rumpun ilmu eksakta dan kedokteran nilainya berbeda dengan program studi lain.

Sesuai dengan SK Bupati, nilai bantuan hibah bagi mahasiswa jurusan eksakta maupun kedokteran sebesar Rp. 6 juta hingga Rp. 7 juta. Sementara untuk program ilmu sosial berkisar Rp. 5 juta hingga Rp. 6 juta. Sedangkan untuk program Strata II (magister) nilainya Rp 10 juta hingga Rp.15 juta.

“Akan beda lagi dengan mahasiswa yang study di luar negri. Walaupun saat ini Pemkab hanya mempunyai tanggungan satu orang mahasiswa saja yang kuliah di luar negeri yaitu di Belanda,” tandasnya.

BACA JUGA:  Persiapan Sidang Sinode III Keuskupan Amboina Rampung

Salamuk beberkan realisasi bantuan study akhir akan di laksanakan pada bulan Juni 2019 dan saat ini pihaknya hanya menunggu bupati mendatangani SK.

Soal asrama bagi mahasiswa di Kota Sorong, ia akui Pemkab masih kesulitan memprogramkan hal itu karena keterbatasan data.

“Kami sangat butuh data yang akurat tentang mahasiswa asal Sorong Selatan di Kota maupun Kabupaten Sorong untuk kemudian kita lakukan kajian. Sampai saat ini, kita belum memiliki data yang valid,” terangnya.

Dikatakan, data yang diperlukan bukan hanya menyangkut jumlah mahasiswa saja, tetapi juga mengenai tempat tinggal mereka saat ini baik yang tinggal bersama keluarga maupun yang kontrak atau kost. Data ini sangat diperlukan Pemkab dalam rencana program nanti. (HS)

Komentar