oleh

Mahfud MD Sebut Kemenangan Prabowo Hanya Di Daerah Islam Garis Keras

Kabartoday, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD ramai ditanggapi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga melalui akun twitter.

Mahfud mengunggah video yang berdurasi 1.21 menit itu beredar di sosial media dan kalangan warganet.

Dalam video tersebut, Mahfud menekankan perlunya rekonsiliasi. Sebab Prabowo dianggap menang di provinsi yang dianggap garis keras dalam hal agama.

“Kemarin itu sudah agak panas. Dan mungkin pembelahannya sekarang kalau melihat sebaran kemenangan memang mengingatkan kita untuk menjadi lebih sadar segera rekonsiliasi, “Sebut Majfud dalam video yang beredar di twitter, salah satunya @KingPurwa, Minggu (28/42019).

Mahfud juga mengklaim kemenangan Jokowi. Sementara kemenangan tersebut sulit di balik menjadi milik Prabowo dengan cara apapun.

“Kalau diliat sebarannya di beberapa provinsi yang agak panas Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat-tempat kemenangan Pak Prabowo dulunya, dan dianggap provinsi garis keras dalam hal agama. Misal Jabar, Sumbar, Aceh dan sebagainya. Sulses juga, “kata Mahfud.

BACA JUGA:  Relawan RAMAI Tasyakuran Kemenangan Prabowo Sandi

Mahfud juga mengatakan rekonsiliasi lebih penting untuk menyadarkan agar bangsa bersatu. Sebab bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu. Karena menurutnya bukti kemajuan dari tahap ke tahap di raih karena kebersatuan.

Sementara koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menulis dalam akun Twitternya @Dahnilianzar membantah atas tuduhan Mahfud MD.

Dahnil menilai Mahfud telah menggunakan narasi menyentuh sensitifitas agama bahwa daerah kemenangan Prabowo hanya ada di daerah Islam garis keras.

“Saya menghormati Pak @mohmahfudmd tapi kaget dg tuduhannya, karena ambisinya sampai tega menggunakan narasi daerah-daerah 02 menang sprt Aceh, Sumbar, Jawa Barat dsb, sbg daerah Islam garis keras. Narasi Pak Mahfud ini yg justru memecah belah dan penuh kebencian,” cuit Dahnil melalui akun twitternya @Dahnilanzar, Minggu 28 April 2019.

Ia menyebut Mahfud bersikap seolah netral, tapi menuduh pendukung Prabowo berada di daerah Islam garis keras.

“Ini malah menyulut keruh. Bukan sikap seorang Pancasilais, “cuit Dahnil.

Dahnil juga mempertanyakan apakah sikap Mahfud Pancasilais dengan menuduh dan melabel kelompok lain yang tak satu garis politik sebagai Islam garis keras.

“Bagaimana mungkin Pak @mohmahfudmd yg menyatakan dirinya menggerakkan suluh kebangsaan justru mengeluarkan pernyataan keruh kebangsaan dg menuduh daerah sprt Aceh, Sumbar, Jawa Barat dst yg dukung Prabowo adl daerah Islam Garis keras, ” kata Dahnil dalam cuitannya.(Op/red)

Komentar