oleh

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Lima terdakwa Dalam kasus Dugaan Pemalsuan Akta Tanah

Kabartoday,Sidoarjo – Sidang Kasus dugaan pemalsuan surat tanah senilai 300 miliar lahan milik Puskopkar Jawa Timur seluas 25 hektar, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kab. Sidoarjo,Senin(25/11/2019).

Agenda sidang kali ini mendengarkan putusan sela Majelis Hakim dengan menghadirkan 5 orang  terdakwa atas pengajuan Eksepsi yang di ajukan oleh kuasa hukum terdakwa.

Ketua Majelis Hakim menolak seluruh Eksepsi yang di ajukan oleh kuasa hukum para terdakwa, Henry Jocosity Gunawan pemilik PT Gala Bumi Perkasa, Yuli Ekawati, Dyah Ekasari Nuswantari selaku Notaris, Reny Susetyowardhani sebagai Direktur Utama PT Dian Fortuna, Erisindo dan Notaris Umi Kalsum.

BACA JUGA:  Polres OKI Sumsel Didesak Tangkap Pelaku Pembunuhan Melinda Zidömi

Dalam putusan sela itu, Ketua Majelis Hakim Achmad Peten Sili,menyampaikan bahwa tim majelis hakim menolak secara keseluruhan eksepsi dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum(PJU) Kejari Kab. Sidoarjountuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi hingga sidang vonis.

Majelis Hakim Achmad Peten Sili dalam persidangan “memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi-saksi dalam sidang berikutnya guna pembuktian perkara,”ucapnya.

Sementara itu JPU Budhi Cahyono,mengatakan siap untuk menghadirkan para saksi untuk pembuktian yang menjerat ke 5 terdakwa. Selain itu lanjut Budhi dalam perkara ini, JPU mendakwa Henry J Gunawan dengan pasal berlapis.

BACA JUGA:  Kapolri  Idham Azis Pimpin Upacara Parade HUT Korpolairud Ke 69

Selain pemalsuan surat, juga memasukkan keterangan palsu dan dinyatakan melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan di atas tanah yang belum bersertifikat.

Padahal diketahui yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.Dalam kasus ini
“Terdakwa melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP serta pasal 385 ke -1 KUHP. Modus kasus dugaan pemalsuan akta tanah, yang semula atas nama badan dialihkan atau dijual mengarah ke perorangan. Budhi menambahkan penolakan eksepsi dari kuasa hukum para terdakwa,dikarenakan dalam eksepsi itu sudah masuk dalam pokok perkara.

BACA JUGA:  Relawan Indonesia Bersatu siapkan Menteri yang Berkompeten di Segala Bidang.

Sementara itu agenda sidang berikutnya JPU akan menghadirkan 3 saksi.Namun dari para kuasa hukum meminta nama-nama saksi untuk dihadirkan oleh JPU.Dalam persidangan tersebut akhirnya ditunda dan dilanjutkan pada hari senin minggu depan.[] Try Agust

Komentar