oleh

Mantan Hakim Ini Jual Sapi Datang ke Jakarta Ikut Aksi Damai di MK 

kabartoday, Jakarta – Sidang sengketa Pilpers 2019 yang di gelar selama hampir sepekan dari tanggal 14 lalu, hingga akhirnya putusan Hakim MK yang akan dibacakan hari Kamis ini tanggal 27 Juni 2019 mulai pukul 12.30 WIB menjadi penantian dan harapan rakyat Indonesia.

Jelang persidangan hingga jelang putusan MK, Masa lakukan aksi damai sebagai bentuk kepedulian demi terselenggaranya putusan yang menjunjung tinggi konstitusi hukum.

Bertepatan satu hari jelang putusan MK, pada hari Rabu (26/6/2019) area gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dikepung ratusan ribu massa dengan tujuan mengawal putusan yang benar-benar mengangkat kebenaran.

BACA JUGA:  Jalin Humanis Polda Banten dan Insan Pers melalui olahraga Futsal

Mereka datang dari berbagai unsur aliansi, elemen, lembaga, ormas maupun emak-emak. Kedatangan mereka dengan panggilan nurani tanpa adanya komando dari siapapun.

Kumpulnya massa pada siang hingga jelang malam tadi tampak terlihat memenuhi sekitar jalan Merdeka Barat, hari Rabu (26/6/2019), dan titik kumpul orasi didepan gedung Dewan ketahanan Nasional RI.

Seorang aksi yang turut hadir dan berorasi bernama Abdul Khair. Ia mengaku sebagai warga dari Kab Bima, NTB.

Abdul Khair datang ke Jakarta dengan naik pesawat dari hasil jual sapi hanya karena ingin memperjuangkan suara yang di duga dicurangi.

Menurut pengakuannya, ia pernah sama-sama menjabat sebagai hakim di kabupaten Kefamenanu, NTT, dengan ketua MK Anwar Usman.

BACA JUGA:  KGP Sebut Pancasilais Jokowi Dipertanyakan

“Kita pernah sama-sama jadi hakim di Bima dengan Anwar Usman, bedanya kalau saya sebagai hakim di pengadilan agama dan Anwar Usman sebagai hakim di pengadilan negeri. “kata Abdul Khair setelah orasi di MK Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Mantan hakim pengadilan Agama Kabupaten Bima ini meminta kepada para Hakim konstitusi, khususnya ketua Hakim MK Anwar Usman untuk bertindak seadil-adilnya.

Permintaannya itu karena mereka telah disumpah untuk menegakkan keadilan dalam memutuskan kebenaran.

Hal yang sama juga dikatakan seorang aktivis/tokoh masyarakat bernama Ayub Arumpalaka. Ia turut hadir di aksi demo MK,

BACA JUGA:  Sikap Jajakan Senusantara, Polri Harus Netral

“Semoga 9 hakim MK bisa jujur dan adil dalam putusannya, dan membuka mata mereka bahwa telah terjadi kecurangan yang terungkap di dalam persidangan sebelumnya. “ujarnya.

Lebih rinci ia juga menegaskan bahwa aksi ini adalah gerakan kedaulatan rakyat, bukan lagi ranahnya antara Paslon No. 01 atau paslon No. 02 tapi tentang tuntutan rakyat yang meminta keadilan.

“Kita akan tetap turun dan terus berjuang hingga tuntutan itu terpenuhi. “katanya mengakhir jawaban.(Anna)

Sebelumnya redaksi telah mengganti foto utama, ada kesalahan menempatlan foto

Komentar