oleh

Mantan Ketua MK Sebut C1 dan TSM Sengketa Pilpers Paling Sulit Dibuktikan

kabartoday, Jakarta – Sidang sengketa Pilpers 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) akan dimulai besok, Jum’at (14/6/2019).

Prabowo membawa sengketa pilpers yang diyakininya telah terjadi berbagai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Melalui tim kuasa hukumnya, Bambang Widjojanto (BW) telah memasukan bukti-bukti yang dianggap memenuhi persyaratan atas sengketa pilpers 2019.

Dalam diskusi Media yang digelar di D’Cost Restaurant, Jlm Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta pusat, Kamis (13/6/2019) dihadiri Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) tahun 2013-2015, Dr. Hamad Zoelva, Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konsitusi tahun 2014, Dr. Refly Harun, dan Ketua Bidang Studi Dosen universitas Indonesia Fakultas Hukum Tata Negara Dr. Fitra Abdul.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Jaringan Narkotika Internasional

Menurut Zoelva yang pernah memimpin persidangan sengketa Pilpres pada tahun 2014 lalu, antara Paslon Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla sementara Prabowo dan Hatta Rajasa, Hatta sekaligus mertua dari anak mantan Presiden SBY, dirinya tak yakin sengketa gugatan pilpers yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga akan dapat membuktikan kecurangan pilpers.

“Paling sulit dalam persidangan MK adalah dalam perkara pembuktian. Dengan alamat barang buktinya yang begitu, “kata Zoelva.

BACA JUGA:  Untuk Melawan Omnibus Law, Majelis Pekerja Buruh Indonesia Dihidupkan Lagi

Banyak penjelasan dari KPU sendiri akan membawa barang bukti itu sebanyak 200 konternya, ini pun menjadi persoalan sangat rumit, Dan ini juga menjadi kesulitan banyak membawa C1 Plano.

“Pelanggaran-pelanggaran dalam prosesnya sengketa hasil pemilu itu adalah sengketa perolehan suaran yang berkaitan sengketa suara itu kan di perlukan C1, “ucap Zoelva.

Zoelva merinci, persoalannya adalah karena kecurangan yang dapat mempengaruhi hasil suara diteliti dengan pelanggara-pelanggaran yang ada, ini sering terjadi sengketa hasil pemilu menjadi sengketa di MK, namun sulit untuk dibuktikan meskipun terjadi kecurangan. “Bebernya.

BACA JUGA:  Sistematis Gagal Total Tanda Tumbangnya Rezim Jokowi¬†

Terkait TSM, Zoelva juga menyebut tim penggugat harus membawa bukti-bukti yang kuat terkait kecurangan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), jika tidak, maka akan mentah juga.

“Yaa harus bawa bukti-bukti kuatlah jika memang ada unsur TSM, jika nggak, nanti bisa dikatakan gugatan itu mentah. “Ujarnya.(Ridho)

Komentar