oleh

Marak Bangunan Diatas Sempadan, Dinas Pengairan Mengaku Sudah Menindaklanjuti

Salah satu bangunan diatas kirmir yang terletak di Sungai Jurang, masuk Dusun Sumberejo, RT 6 RW 1 Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono

KabarToday, BANYUWANGI – Ketua Divisi (Kadiv) Sosial dan Lingkungan Agus Hariyanto, mengingatkan masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di daerah bantaran sungai. Selain melanggar aturan, bangunan di bantaran sungai dapat mengancam keselamatan. Agus menjelaskan, setiap bangunan paling dekat harus berjarak 3 meter dari bibir sungai. Namun, dia menyesalkan di Kota Banyuwangi ini justru tak sedikit bangunan yang berfungsi sebagai hunian malah menempel dan bahkan melewati bibir sungai.

“Aturannya tidak boleh membangun di pinggir sungai, artinya tidak boleh ada bangunan di sempadan sungai minimal 3 meter dari badan sungai. Kalau kita lihat kondisi sekarang banyak bangunan yang langsung di pinggir sungai bahkan banyak sekali bangunan yang berdiri di kirmir (tembok penahan tanah),” kata Kadiv Sosial dan Lingkungan dibawah Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia (BPAN-AI) Banyuwangi, Sabtu (25/7/20), kepada media ini.

BACA JUGA:  Gagal Antisipasi Zaman, Pasar Jaya Redup

Dipaparkan Agus, kirmir hanya diperuntukkan sebagai penahan arus air sungai. Sedangkan, jika mendirikan bangunan di atas kirmir dikhawatirkan tak mampu menopang beban bangunan.

“Padahal kirmir yang dibuat itu bukan untuk menahan bangunan, tetapi untuk menahan air. Kirmir bukan untuk menahan bangunan !,” tegas pria yang juga aktivis di Pecinta Alam Jejak Edelways ini.

Kabid Bina Manfaat dan Kemitraan DPU Pengairan Banyuwangi, Donny Arsilo Sofyan, SE

Lebih lanjut, Agus mengingatkan, pendirian bangunan di bantaran sungai jelas-jelas melanggar aturan. Oleh karenanya, pemilik bangunan bisa disanksi. “Dalam hal ini yang berwenang memberi sanksi adalah Satpol PP, karena ini adalah domainnya pasukan penegakan perda yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Jangan beralasan masih nunggu perintah dan lain sebagainya. Silahkan protap dilakukan, tegur dulu, kemudian lakukan penyegelan dan pembongkaran jika masih ngeyel,” sergahnya.

BACA JUGA:  Antisipasi Musim Penghujan, Polresta Sidoarjo Adakan Rakor BPBD

Selain mengingatkan agar jangan membangun di bibir sungai, Agus juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian aliran sungai. Karena sampah di sungai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir atau genangan air di sejumlah ruas jalan di Kota Banyuwangi.

“Kalau tidak bisa menciptakan solusi banjir, janganlah menjadi bagian dari penyebab banjir. Karena banyak dari masalah banjir ini juga disebabkan oleh tumpukan sampah,” tegas aktivis pecinta alam yang hoby berpakaian nyentrik dengan banyak aksesoris dan emblemnya ini.

BACA JUGA:  Anggaran Meubelair 2018 Diduga Fiktif, Aktivis Asmara "Geruduk" Dinas PUPR Dan Kantor Walikota

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Pengairan Banyuwangi yang dikonfirmasi tim media ini melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Manfaat dan Kemitraan Donny Arsilo Sofyan, SE, mengaku sudah mendapat laporan dan pengaduan tentang banyaknya bangunan diatas saluran air dimaksud.

“Untuk informasi atau pengaduan terkait pelanggaran sempadan, proses sudah kita tindak lanjuti pak,” jawabnya melalui chat WhatshApp beberapahari lalu. (red)

Komentar