oleh

Masjid Lautze 2, Bangunan Bergaya Tiongkok

Kabartoday, Bandung – Masjid Lautze di Bandung, Jawa Barat yang Bangunannya Bergaya Tiongkok ini memiliki daya tarik tersendiri. Ternyata masjid bergaya bangunan unik ini tak hanya ada di Jakarta, tapi ada di kota Bandung yang penuh sejarah.

Untuk membedakan dengan masjid Lautze yang ada di Jakarta, masjid Lautze yang ada adi Bandung dinamakan sebagai Masjid Lautze 2. Masjid Lautze 2 Bandung berlokasi di Jalan Tamblong No 27, Braga.

Masjid ini juga berada di bawah naungan Yayasan Haji Karim Oei sebagai pengelola Masjid Lautze Jakarta. Pada awalnya, Masjid Lautze 2 didirikan pada ruko yang disewa oleh pihak pengelola. Namun kemudian pemilik ruko menghibahkan bangunan untuk dibangun masjid.

BACA JUGA:  Bakal Calon Walikota Tangsel Siti Azizah Siapkan Program Jelita

Masjid ini sendiri sudah berdiri di kota Bandung sejak 21 tahun yang lalu dengan nuansa oriental yang khas, mulai dari bagian luar masjid, hiasan lampion yang terpasang, sampai mimbar masjid bernuansa Tiongkok yang sangat kental. Bahkan cat dinding dan tembok juga didominasi warna kuning dan merah cerah selayaknya bangunan klenteng.

Ukurannya Masjid Lautze 2, tidak terlalu besar hanya sekitar 6 x 7 meter dengan daya tampung 50 jemaah di bagian dalam, sehingga saat salat Jumat harus menggelar karpet di luar masjid.

BACA JUGA:  Polres Bekasi Kota Gelar Operasi Ketupat Jaya di Terminal Induk Kota

Di dinding masjid terpasang figura foto Haji Karim Oie, sang pendiri Lautze bersama Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno, sertq tokoh Islam Indonesia lainnya sepetti Buya Hamka.

Dahulu Masjid Lautze 2, hanya buka dari jam 09.00-16.00. Hal itu dikarenakan mengikuti jam buka ruko-ruko yang ada di sekitarnya, lalu tutup pada hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah. Namun mulai tahun 2016, Masjid Lautze 2 dibuka setiap hari, dan selalu ramai pada waktu sholat, terutama pada saat sholat Jumat.

Di sebelah Masjid Lautze, berdiri pusat pendampingan dan informasi bagi para calon mualaf. Di samping itu cukup banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid Lautze, antara lain kursus bahasa Mandarin, kursus bahasa Arab, dan kursus Shufa (seni kaligrafi Tionghoa).

BACA JUGA:  Polres Kepulauan Aru Pantau Penyaluran BLT Dana Desa

Saat pantauan dari media kabartoday.co.id di Masjid Lautze-2 Jum’at 19 Juli 2019 Khotib yang di isi oleh Ustad Koko Komarudin dengan jamaah sholat Jum’at kurang lebih 700 ini teelihat megah.

Ada yang beda dari masjid ini, air minum gratis dan kotak makan sebanyak 500 pcs setiap hari Jum’at dibagikan bagi para jemaah sholat Jum’at.(Tom)

Komentar