oleh

Masuknya Jokowi, Hilangnya Akal Sehat Bangsa

Oleh: Nasrudin Joha

kabartoday, Jakarta – Ingat, yang saya kritik itu Jokowi dari aspek dan kapasitasnya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, bukan secara pribadi. Atas kapasitas pemimpin itulah, Jokowi memiliki wewenang kebijakan, memerintah dan melarang rakyat, membuat aturan yang mengikat bagi publik. Ungkapan itu ditulis oleh seorang pengamat politik sekaligus permerhati bangsa, dan aktivis muslim, Nasrudin Joha.

Ia juga katakan terkait pribadinya, tidak mau mengkritik karena tidak ada korelasinya dengan nasib umat. Tentang Jokowi orang solo, awalnya tukang kayu, punya silsilah keluarga yang diduga terkait dengan isu sensitif PKI, dll. Tidak penting, itu soal pribadi, terserah saja.

Joha justru mengkritik kinerja dan kapasitasnya sebagai pemimpin Nwgeri ini. Kenapa Jokowi wajib dikritik? Karena kerusakan yang ditimbulkan Jokowi tidak saja berimbas kepada 1-2 orang, tapi berimbas kepada lebih dari 200 juta penduduk Indonesia.

“Upaya mengkritik Jokowi, menjauhkannya dari kekuasaan untuk periode berikutnya, adalah ikhtiar maksimal untuk menyelamatkan bangsa ini. “ulas Joha.

BACA JUGA:  Amankan Nataru, Polda Maluku Gelar Pasukan Operasi Lilin Siwalima 2019

Bahkan dengan tulisan ditebalkan dibeberapa kajiannya, Joha menulis ‘Saya, lebih baik kehilangan Jokowi daripada kehilangan bangsa ini‘. Sebab, jika Jokowi dipertahankan dan dibuatkan terus memimpin, justru bangsa ini yang terancam bubar.

Joha juga menyebut masih banyak putra terbaik bangsa ini yang mampu memperbaiki kondisi Negera.

“Jadi, tidak pro Jokowi bukan berarti anti NKRI. Atau sebaliknya, yang dukung Jokowi berarti loyal terhadap bangsa. Justru yang masih pro Jokowi, membiarkan kejahilan terus menguasai negeri ini, itulah yang merusak bangsa, berpotensi merusak eksistensi NKRI. “Tulis Joha.

Joha juga menilai dan mengkritik prestasi kosong yang dilakukan Jokowi selama dirinya berkuasa. Apa yang ditorehkan Jokowi semasa kepemimpinannya?

Korupsi kian akut, Hutang menggunung, BUMN di Lego, Pekerja asing aseng
menggeruduk, Kriminalisasi ulama, Kriminalisasi ajaran dan simbol Islam, SDA makin dijarah asing, Perseteruan antar elemen anak bangsa, Ancaman disintegrasi, Papua makin membahayakan, Kepercayaan pada penegak hukum hancur, Hukum tebang pilih, BBM naik, Listrik naik, Pengangguran naik, Kemiskinan naik, Sembako naik, Rupiah nyungsep, Ekonomi nyungsep, dan Masih banyak lainnya yang menjadi perhatian dunia.

BACA JUGA:  Selamat Datang Pak Jokowi, Selamat Datang 'New Normal'

Joha juga mengajak masyarakat untuk berpikir objektif, pilih melanggengkan Jokowi atau melanggengkan bangsa ini? Pilih melepaskan Jokowi atau bangsa ini? Pilih Jokowi kehilangan kekuasaan atau kita kehilangan kedaulatan?

“Saya tentu saja, lebih baik kehilangan Jokowi daripada bangsa ini. Jika Jokowi tidak berkuasa, menjadi rakyat biasa, itu juga lebih baik bagi Jokowi. Pasti, Nasrudin Joha akan berhenti mengkritik Jokowi. Sebab, apa faedahnya mengkritik rakyat biasa? “rilis nya.

Joha juga mengurai apa yang telah dikajinya, bahwa kehilangan Jokowi, tidak menyebabkan rakyat ini mati. Tapi, jika rakyat kehilangan bangsa, kehilangan martabat dan kedaulatan, mau kemana muka ini disembunyikan”? Apa iya, kita sanggup hidup tanpa harga diri dan kehormatan? “singkatnya.

BACA JUGA:  Diancam Lewat Sosmed, Lasmi Korban Mafia Sepakbola Minta Perlindungan LPSK

Joha juga mengharapkan kesadaran Jokowi untuk berprilaku layaknya seorang ksatria, jika sudah tak mampu lebih baik mundur untuk kehormatan bangsa.

“Kepada Pak Jokowi, sudahlah berhenti. Anda tidak cakap mengelola negeri ini, jika diteruskan Anda akan tambah banyak dosa. Di akherat, kelak kekuasaan Anda akan menjadi sesalan. “Saran Joha.

Diakhir tulisannya, Joha meminta Jokowi sadar apa yang telah diperbuatnya telah banyak membuat kerusakan di Negeri ini, “Biarlah, anda menepi dan putra terbaik bangsa lainnya sanggup memperbaiki apa yang telah anda rusak. Kami umat Islam sanggup memaafkan dan siap untuk rekonsiliasi, syaratnya menyingkirlah dari kekuasaan. Jika tidak, kami umat Islam yang akan paksa anda menjauh dari kekusaan karena itu berbahaya bagi masa depan umat. “Tutup Joha.(Op/red)

Komentar