oleh

Masyarakat Papua inginkan Yolans F. Y. Weda,S. HI masuk istana

Kabartoday.jakarta – Ketua Gempar Gerakan muda Peduli amanat rakyat Roni Kasongat saat ditemui media 25/10/2019) di Jakarta mengungkapkan,”

Dengan harapan bisa mengubah Papua menjadi lebih baik, beberapa organisasi masyarakat dan Agama serta Adat mengajukan nama Yulans F.Y .Wenda, S.HI untuk menjadi Staf Khusus Presiden RI untuk Papua.

Yulans F. Y. Wenda. S. HI. di usung oleh Laskar Muda Partai Hati Nurani Rakyat (LASMURA), Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Papua Nelson Wenda ST, Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Ketua masyarakat adat Papua, Sepi Wanimbo S.IP.,M.KP, Ketua Badan Pengurus Pusat Gabungan Wirausaha Muda Papua (Garap) Softer Sam ST, Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), dan Komisaris Daerah (Komda) Doni Donatus Gobay, ST, memberikan rekomendasi sebagai bentuk dukungan kepada Yulans F.Y .Wenda,S.HI untuk menduduki staf khusus presiden bidang Papua.

BACA JUGA:  Bawaslu SBB Sebut Pelanggaran Kampanye Caleg Hanura Sudah Dilimpahkan Ke Polisi

Melalu surat rekomendasinya, mereka menyampaikan bahwa Yulans F.Y. Wenda S.HI adalah sosok putra daerah yang cukup berpotensi dan etos kerja yang sangat baik. Memilik pengalaman diberbagai organisasi kepemudaan di Papua.

Selain itu Yulan adalah sosok yang sangat paham dengan segala komplesitas bangsa secara khusus Papua, yang bersangkutan adalah pemuda Indonesia yang benar benar sangat mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

BACA JUGA:  In Memoriam Ani Yudhoyono: The Journey of Spiritual Being

Yulan diharapakan bisa menjadi perpanjangan tangan Presiden guna mengkomunikasikan semua program pembangunan dan visi serta misi Jokowi terhadap tanah Papua, sehingga dengan kehadirannya di Istana bisa menjadi speker yang mampu membantu negara dalam hal ini presiden untuk menyelesaikan polemik di Tanah Papua yang tak pernah kunjung padam ini.

Menurut Ketua Umum GERAKAN MUDA PEDULI AMANAT RAKYAT (GEMPAR ),bung Roni Kasongat ” bahwa untuk menyikapi persoalan di Papua dan Maluku, Maka solusinya adalah adanya keterperwakilan anak-anak daerah asli Maluku dan Papua yang memiliki intelektual yang cukup, yang punya pengalaman dari berbagai orentasi, yang amanah, yang dipercayakan oleh masyarakat setempat melalui rekomendasi dari pada tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemudah dan tokoh masyarakat pada wilaya tersebut, yang memiliki konsep, yang mau bekerja dan paham kebutuhan dari pada masyarakat tersebut, bukan demi kepentingan pribadi “. Tegas Roni.[] A. Yani

BACA JUGA:  Tee Kim Teck WNA Masuk DPT, KPU Benarkan Informasi Itu

Komentar