oleh

Menang Perkara, Keluarga Alfons Segera Eksekusi Tanah Dati Kate-Kate di Ambon.

-Daerah, Hukum-900 views

Evans Reynold Alfons (ahli waris) bersama salah satu kuasa hukumnya Joemycho Syaranamual

Kabartoday, AMBON – Pihak ahli waris Jacobus Abner Alfons meminta Pengadilan Negeri Klas IA Ambon untuk melakukan eksekusi terhadap lahan seluas hampir 10 hektar atau tepatnya 99.963 meter persegi yang terletak di dusun dati Kate-Kate. Permohonan eksekusi ini diminta karena proses hukum perdata terhadap objek perkara tanah tersebut dimenangkan oleh Jacobus Abner Alfons dan telah inkrah pada perkara perdata Nomor 62/Pdt.G/2015/PN Amb – tanggal 27 Juni 2016.

Cakupan luasan tanah objek perkara ini sebagian masuk dalam wilayah pemerintahan Kelurahan Kudamati dan sebagian pada Desa UrimessingUrimessing Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Terhadap permohonan eksekusi yang disampaikan Rycko Winner Alfons dan Evans Reynold Alfons selaku ahli waris pengganti almarhum Jacobus Abner Alfons melalui kuasa hukumnya Mourits Latumeten, pihak Pengadilan Negeri Ambon kemudian menerbitkan penetapan aanmaning.

Surat penetapan aanmaning nomor 15/Pdt.Aanm.Eks/2019/PN Amb – jo Nomor 62/Pdt.G/2015/PN Amb terbit pada Rabu (11/9) yang ditandatangani Ketua PN Ambon Pasti Tarigan.

Penetapan Aanmaning merupakan tindakan dan upaya yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan berupa teguran kepada pihak yang kalah agar ia melaksanakan isi putusan secara sukarela.

BACA JUGA:  Syahlan Gantikan Sugiyanto Jabat Ketua PN Jakbar Mulai 14 Juni 2019

Pihak ahli waris pemenang terpaksa harus meminta PN Ambon melakukan eksekusi karena para pihak yang kalah tidak mau secara sukarela untuk melaksanakan isi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3410 K/Pdt/2017 tanggal 31 Januari 2018 junto putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 10/PDT/2017/PT AMB tanggal 29 Mei 2017 junto putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 62/Pdt.G/2015/PN Amb tanggal 27 Juni 2016.

Dalam surat penetapan aanmaning ini dijelaskan para pihak yaitu Julianus Wattimena (termohon eksekusi I), Johannes Tisera alias Buke (termohon eksekusi II), Kepala Badan Pertanahan Kota Ambon (termohon eksekusi III), Rostiaty Nahumarury (termohon eksekusi IV) dan Tonny Kusdianto (termohon eksekusi V) sejak mengetahui isi putusan Mahkamah Agung tersebut tidak bersedia melaksanakan secara sukarela.

Karena itu, dalam surat penetapan aanmaning tersebut Ketua PN Ambon memerintahkan juru sita atau juri sita pengganti untuk memanggil seluruh termohon eksekusi untuk menghadap Ketua PN Ambon pada Senin (23/9) pukul 09.00 WIT.

Para termohon eksekusi ini akan diberi teguran oleh PN Ambon agar dalam waktu delapan hari kedepan untuk meninggalkan objek sengketa dengan seketika dan menyerahkan  tanah objek sengketa dalam keadaan kosong kepada pihak yang memenangkan perkara.

BACA JUGA:  LKBHMI-PB HMI Kembali Datangi Komnas HAM

Terhadap sikap para pihak yang kalah dalam perkara ini, Joemycho Syaranamual salah satu kuasa hukum ahli waris keluarga Alfons mengatakan seharusnya para pihak yang kalah secara sukarela segera melaksanakan isi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3410 K/Pdt/2017 tanggal 31 Januari 2018 junto putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 10/PDT/2017/PT AMB tanggal 29 Mei 2017 junto putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 62/Pdt.G/2015/PN Amb tanggal 27 Juni 2016.

“Sesungguhnya setelah putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap maka para pihak yang kalah serta semua orang yang mendapat hak dari pihak yang kalah ini harus dengan sukarela meninggalkan atau mengosongkan objek sengketa dalam hal ini objek perkara Nomor 62/Pdt.G/2015/PN Amb tanggal 27 Juni 2016,” jelasnya.

Ia katakan adanya penetapan aanmaning ini adalah suatu proses hukum acara dalam peradilan perdata  untuk melaksanakan putusan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Ini merupakan teguran dari PN kepada para pihak yang kalah yang dilakukan dalam sebuah sidang insidentil yang diadakan di PN AmbonAmbon untuk supaya menegur secara langsung untuk meninggalkan secara sukarela dan diberikan waktu delapan hari.

BACA JUGA:  Kejutan SIM Gratis Bagi Warga Bernama Juli

“Bila tidak keluar secara sukarela maka akan dilakukan penetapan eksekusi mengeluarkan secara paksa pihak-pihak yang ada dalam objek sengketa,” tegas Syaranamual yang saat itu didampingi rekan kuasa hukum La Ode Abdul Mukmin.

Dengan akan dilakukan eksekusi terhadap tanah dusun dati kate-kate ini, Evans Reynold Alfons selalu ahli waris memastikan akan meminta semua orang yang mendapat hak dari para pihak yang kalah harus meninggalkan dan mengosongkan objek perkara yang telah dimenangkan.

“Saya selaku principal dalam hal ini, ahli waris dari Jozias Alfons pemilik 20 potong dusun dati, saya perlu menghimbau kepada masyarakat dan yang ada terkait dengan dusun dati kate-kate ini menjadi patokan bahwa sudah jelas keluarga Tisera dalam hal ini Johanis Tisera alias Buke maupun keluarga Wattimena dalam hal ini Julianus, Arnol Christian, dan lain-lain sebagainya bukanlah pemilik atas dati-dati yang dimiliki oleh kami selaku ahli waris dari Jozias Alfons. Karena itu, semua orang yang mendapat hak dari mereka atau para pihak yang kalah, harus meninggalkan atau mengosongkan tanah tersebut. Karena sudah jelas tanah itu milik kami keluarga Alfons turunan dari Jozias Alfons,” tegasnya. (MAL)

Komentar