oleh

Mental Corona

                     Thoha Muntaha

Ya’juj ma’juj berakar kata, ujaaj yang berarti mengering, sedangkan ma’juj berakar kata, maaja yang artinya guncang dan tentunya arti kata yang demikian dipersepsikan dari karakter dasarnya.

Sombong, kasar, biadab, senang merusak, membunuh seperti digambarkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda: “Setiap hari mereka (ya’juj ma’juj) menggalinya (karena terkurung dalam gua raksasa yang ditutup pintunya oleh dzul qurnain).

Sehingga ketika dinding itu hampir mereka menembusnya pemimpin nya berkata: “Sekarang pulanglah kalian, karena esok hari kalian pasti bisa menembusnya.”

BACA JUGA:  Jaringan Pembobol Bank, Dengan Foto Copy Yang Di Edit, 25 Milyar Lenyap

Tetapi Allah mengembalikannya seperti semula. Dan keesokan harinya ketika Allah hendak mengutus mereka kepada manusia, pemimpin mereka berkata: “Sekarang pulanglah, kalian karena esok hari kalian akan merobohkannya jika Allah menghendaki” ia mengucapkan Insyaallah.

Nabi bersabda: “Pulanglah mereka dan mendapatinya seperti keadaannya semula saat mereka tinggalkan lalu mereka merobohkan nya dan menyerang orang orang. Lalu mereka meminum air dan berlarilah orang orang menghindari mereka“.

Merekapun melepaskan anak panah ke langit dan seketika itu juga panah tersebut berlumuran darah.

BACA JUGA:  Aksi Berdarah 21-23 Mei 2019, MER-C Indonesia Sebut Aparat dan Pemerintah Langgar Konvensi Internasional

Lantas mereka berkata: “Kita telah menaklukkan penduduk bumi dan langit“.

Ketika mereka mencapai danau tabriyah Palestina mereka akan meminum sampai habis air danau tersebut karena banyaknya populasi mereka, sehingga orang terakhir yang berhasil mencapai danau itu akan berkata: “Sungguh dahulu disini masih ada airnya“.

Memaknai karakter ya’juj ma’juj yang demikian, tentu hampir persis dengan fenomena corona yang mengguncangkan dunia dengan menyerang manusia dan meruntuhkan peradabannya.

Bangunan ekonomi, sosial, simbol keagamaan dan serenceng mercusuar kebanggaan manusia luluh lantak dalam waktu sekejap.

Mental corona bisa jadi miniatur dari mahluk yang karakternya dikhawatirkan oleh malaikat. QS Al Baqarah 30, “Apakah Engkau akan menjadikan mahluk yang hanya berbuat kerusakan dan haus darah“.

BACA JUGA:  President of the World. Mr Djuyoto Suntani Asks the National Police Not to Respond to Indonesian Leaders

Wajah mental corona yang menyeramkan nampaknya tersimpan pula aura yang mencerahkan, karena kehadiran corona mampu menutup bar, klub malam dan tempat tempat maksiat lainnya.

Meruntuhkan kesombongan para diktator yang uangnya dihamburkan untuk belanja matreal perang berpindah untuk merawat kesehatan.

Membuat pula segenap manusia dekat kepada Tuhan, karena sadar bahwa kematian itu sangat dekat sedekat urat leher.

Wallahu a’alam bishowab

Pengasuh Ponpes Minhajut Thulab Krikilan, Glenmore, Banyuwangi

Komentar

News Feed