oleh

Mental Nyodot

Gegara banner bertuliskan “Nyodot” lengkap dengan foto sosok yang dimaksud dan terpasang didepan properti milik pemilik foto termaksud berujung di pengadilan Gresik.

Pemilik properti merasa di cemarkan nama baiknya akibat disejajarkan dengan codot yang notabene hobi nyuri hak orang lain. Karena menurut kamus yang di buat oleh komunitas manusia, arti Nyodot tak lain adalah mengambil atau menguasai secara tidak sah atau diam diam hak orang lain.

Dikaitkan dengan hal yang negatif, sebenarnya codot sebagai Sohibul Nyodot jelas tidak pernah berkenan karena ia punya tugas mulia sebagai pembersih udara dari komunitas virus termasuk Corona dan menguburkannya didalam gua.

BACA JUGA:  Camat Menteng dan Lurah Cikini Lalukan Instruksi Gubernur no. 16 Terkait Siaga Covid 19

Bahkan codot jenis nektravior berprofesi sebagai penyerbuk bunga bunga yang dikunjungi dan mencapai 141 spesies tumbuhan untuk memakan nektar dan serbuk sari.

Dalam ritual puasa nyodot juga di kelompokkan sebagai jenis puasa sejajar dengan vegetarian, namun entah karena apa komunitas bernama manusia menamai perilaku Nyodot sebagai mental negatif.

Dalam lelaku sehari hari, mental nyodot memang sering pula ditemukan dibanyak wilayah utamanya berkait dengan hak atas tanah.

BACA JUGA:  Jusuf Rizal: Ada 'Grand Design' Pembunuhan Karakter Anies Karena Potensi Pilpres 2024

Pernah ditahun akhir sembilan puluhan saya dimintai tolong beberapa pemilik tanah di Genteng dan Singojuruh yang dicodot oleh PT Makarti.

Bersama dengan pemilik tanah dan penduduk setempat di Temuguruh, kami langsung saja menduduki dan menguasai hingga berhasil terbit SHM.

Untuk yang diwilayah Genteng, kami bersama pemilik tanah bersidang di PTUN selama delapan tahun dan berhasil hingga terbit pula SHM.

BACA JUGA:  Penetapan Tersangka Kades Sirnajati, Polisi Masih Memanggil 3 Saksi Lain

Mental nyodot pada dasarnya berakar dari keserakahan yang melibatkan orang cerdik nan licik dengan pemangku kewenangan yang haus uang sogokan.

Keseharian kita mengenal mental nyodot dalam bentuk fee proyek, uang pelicin hingga ada hukum yang berlaku umum “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah”.

Karena dibalik kesulitan selalu ada peluang “fee” jasa memudahkan alias NYODOT.

Selamat pagi Indonesia…!

Komentar

News Feed