oleh

Menuju New Normal, Ketua PPM Singgung Kesiapan Digital Money

Kabartoday, Jakarta – Setelah sekian bulan Indonesia diserang pandemic covid-19 wabah virus corona, kini Negara yang memiliki sumber kekayaaan alam dan SDM nya ini telah bersiap diri menghadapi era normal yang baru atau new normal.

Hal tersebut menjadi perhatian sejumlah publik, dan diharapkan akan kembali menggerakan kegiatan perekonomian yang laju pertumbuhannya sempat terpuruk di kuartal I tahun 2020, dengan penurunan 2,97% berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut ketua Pemuda Panca Marga (PPM), Samsudin Siregar menyebut masuknya normal baru di tengah pandemi COVID-19 ibarat dua mata uang. Dua sisi ini menjadi potensi untuk meningkatkan perekonomian, tapi ada risiko peningkatan kasus positif virus Corona. Salah satu kesiapan New Normal yang harus dapat dilakukan masyarakat adalah penggunaan uang digital.

“Masyarakat harus siap menghadapi normal baru dengan menggunakan uang digital, sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, kita tahu uang kertas merupakan media potensial penyebar virus corona. “ungkapnya pada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan upaya pemerintah untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan uang kertas atau logam ke uang digital perlu didukung semua pihak, dalam hal ini PPM sebagai organisasi anak pejuang juga mengapresiasi kebijakan pemerintah menuju new normal.

“OJK telah memberikan lampu hijau untuk pembentukan bank digital dengan mendorong pelaku ekonomi untuk membuat bank digital, artinya hal itu patut kita dukung. “ucapnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Minat Baca, SMAN 2 Taniwel Gelar Literasi Peserta Didik

Lampu hijau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendorong pembentukan bank digital alias bank virtual merupakan langkah yang mengikuti jejak dua negara Asia yaitu, Singapura dan Hong Kong. Langkah OJK inilah yang dikemas dan dimanfaatkan organisasi anak pejuang Pemuda Panca Marga (PPM) dengan mendirikan Bank Digital.

“PPM bersama investor asal malaysia telah sepakat mendirikan bank digital dengan nama PT Eisenguard Equity Global. “Kami menangkap peluang bisnis bank digital yang didorong pemerintah melalui OJK, sehingga kami pun ikut menggandeng perusahaan investor asal malaysia untuk sama-sama mendirikan bank digital berdasarkan SK Kemenkumhan dengan nomor AHU-0023028.AH.01.01.Tahun 2020. “ungkapnya.

Samsudin Siregar yang menjabat sebagai komisaris utama Perusahaan bank digital ini menjelaskan perbedaan bank digital dengan bank konvensional yang saat ini dikenal masyarakat. “Bank digital atau bank virtual ini merupakan institusi keuangan tanpa kantor cabang fisik, dimana semua transaksi dilakukan secara daring (online). Artinya masyarakat dengan menggunakan HP dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun. “jelasnya.

Sementara Investor asal Malaysia, Tan Tai Wee menyatakan kerjasama yang dibangun bersama PPM membangun bank digital merupakan upaya mengenalkan bank digital kepada masyarakat Indonesia. “PPM sebagai organisasi putra pejuang memiliki anggota yang sangat besar dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan ini merupakan sebuah modal untuk pengembangan bank digital Indonesia. “Ulasnya.

Ia juga meyakini Bank Digital yang didirikan bersama PPM akan menjadi satu terobosan baru dan diyakini dapat berkembang pesat di Indonesia. “kami optimis Bank Digital yang kami dirikan akan berkembang dengan pesat mengingat potensial pasar Indonesia yang sangat besar. “tegasnya.

BACA JUGA:  Laskar Merah Putih Mendukung Program Jokowi - Ma'ruf Amin

Ditempat yang sama, pengamat Ekonomi, Dr. Sutandy Setyawan, SE.,MM., menyebut transformasi digital pada perbankan tidak hanya pada proses bisnis, tetapi juga mengedepankan kebutuhan nasabah dengan cepat. “Pada saat era digital sudah saatnya era bank digital, konsep bank digital adalah customer sentris, sehingga perbankan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasabah dengan tepat. “jelasnya.

Kehadiran bank digital, dikatakannya sebuah konsekuensi dari perubahan tatanan sektor keuangan akibat perkembangan teknologi. Maka mau tidak mau, perbankan harus mengikuti pola tersebut agar tetap kompetitif di pasar. “Pola konsumsi sudah berubah, jadi kami tidak bisa bertahan dengan pola model bisnis yang sekarang. Artinya konsumen mengharapkan dan menuntut perubahan baik pelayanan maupun bisnis modelnya saja. “katanya.

Seiring dengan pendirian bank digital oleh Pemuda Panca Marga bersama investor Malaysia, PPM juga mendirikan sebuah koperasi digital yang dinamakan Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI DISINI) sebagai bentuk mengatasi kesulitan ekonomi apalagi disaat pandemi Covid-19 yang melibatkan lebih dari 5 juta anggota PPM di Indonesia. Berdasarkan data dari KEMENHAN anak pejuang berjumlah lebih dari 38 juta namun yang menjadi anggota PPM sekitar 5 juta an orang.

BACA JUGA:  Prabowo Marah Kepada Pengawalnya: 'Jangan Dorong Rakyat'

Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI DISINI) dikabarkan menggandeng pengusaha asal Malaysia I-Network untuk mengembangkan Koperasi Digital Solusi Indonesia.

Menurut Eddy seorang perwakilan I-Network yang telah sepakat bekerjasama dengan PPM menerangkan langkah itu merupakan peluang yang saling menguntungkan bisnis melalui Koperasi Digital Solusi Indonesia.

“ini peluang bisnis yang besar yang saling menguntungkan antara I-Network dengan PPM, mengingat PPM memiliki jaringan yang luas di Indonesia sehingga produk-produk yang dipasarkan melalui Koperasi Digital Solusi Indonesia dapat terealisasi dengan baik. “jelasnya.

Terpisah, anggota kehormatan dan ketua UMKM PPM Dr. Sutandy Setyawan, SE.,MM., saat dikonfirmasi wartawan mengatakan Koperasi Digital Solusi Indonesia cukup memiliki strategi market bagus dan dapat membantu masyarakat di seluruh Indonesia khususnya produksi rempah-rempah asli Indonesia. “Indoensia dari dulu, sejak jaman belanda terkenal dengan hasil rempah-rempahnya, potensi inilah yang akan kita kembangankan melalui Koperasi Digital Solusi Indonesia. “Urainya.

Ketua litbang dan tekhnologi PPM Ir. Robert Riovanni MM, Ph.d juga menjelaskan pentingnya Koperasi Digital Solusi Indonesia sebagai bentuk saluran bisnis kerakyatan. Ia menerangkan, selain mengembangkan produk rempah-rempah pihaknya juga akan mengembangkan produk-produk unggulan pertanian seperti bawang merah, bawang putih dan cabai.

“Produk pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat indoensia adalah produk bawang merah, cabai dan bawang putih. Dan di Koperasi Digital Solusi Indonesia, produk ini dikembangkan sehingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah di masyarakat. “Pungkasnya.[]Toro/red

Komentar