oleh

MENUJU PILKADA 2020, KOMPI USULKAN ALTERNATIF: KOALISI SURABAYA

-Aktual-99 views

 

Jakarta ( Kabartoday.co.id ) Menarik. Ketua Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya Nico Makapedua memperkirakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020 partai-partai di luar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki kemungkinan berkoalisi untuk menghadapi dominasi partai banteng di Kota Pahlawan.

“PDIP punya lima belas kursi di parlemen kota, itu terlalu tangguh untuk dilawan. Tapi kalau parpol-parpol lain mau berkoalisi, bersatu-padu, maka mereka punya kesempatan untuk mengalahkan calon dari PDIP,” kata Nico, Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Nico menyatakan jika PKB, Golkar, Gerindra, Demokrat, PSI, NasDem, dan PPP bersatu dalam koalisi mengusung calon mereka sendiri, maka PDIP akan menghadapi tantangan yang tak bisa diremehkan.

“Gabungan golongan Nahdliyin dan Nasionalis yang ada di parpol-parpol selain PDIP memiliki daya gebrak yang luar biasa. Mereka tentu akan berusaha memenangkan calon mereka sendiri seumpama memang wacana koalisi akbar itu terjadi,” ujar Nico.

BACA JUGA:  Ke 4 Kalinya Stella Nita Management Gelar Malam Amal untuk Ambon

Tradisi Kemenangan PDIP

Surabaya, menurut Nico, tak bisa dipungkiri merupakan “kandang banteng,” sehingga untuk mengalahkan calon Wali Kota dari PDIP bukanlah perkara mudah.

Terlebih, pasca Reformasi 1998 PDIP sudah memegang tradisi selalu memenangkan Pilkada Surabaya. Sehingga melawan partai yang kadernya baru dilantik sebagai Ketua DPR RI itu tampak sulit dilakukan.

“Tetapi, sulit mengalahkan calon dari PDIP bukan berarti mustahil mengalahkannya ya. Saya pikir Pilkada tahun depan akan menarik jika PDIP menghadapi lawan yang sepadan, yaitu koalisi akbar parpol-parpol,” kata pengusaha yang tinggal di Surabaya Barat itu.

Tradisi kemenangan PDIP memang dinilai oleh banyak pengamat akan terulang lagi di Pilkada Surabaya tahun depan. Sehingga pertanyaan yang menarik sekarang adalah: Apakah partai-partai di luar PDIP akan berkoalisi dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri atau memilih untuk membentuk koalisi akbar atau “Koalisi Surabaya” seperti yang diimajinasikan Nico.

BACA JUGA:  Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak

“Koalisi Surabaya jika diisi PKB, Golkar, Gerindra, Demokrat, PSI, NasDem, dan PPP akan menyeimbangkan peta kekuatan di Pilkada Surabaya. Ya ini baru sebatas imajinasi saya aja. Tapi saya yakin Pilkada akan menarik jika imajinasi ini terealisir,” ungkap Nico sambil tersenyum.

Menakar Koalisi Surabaya

“Saya pikir kalau Gus Hans dan Golkar ada di Koalisi Surabaya, lalu beliau jadi calon Wali Kotanya, maka sekarang tinggal cari siapa calon wakilnya. Itu silakan mekanisme parpol-parpol anggota koalisi bermusyawarah supaya mufakat menentukan pendamping Gus Hans,” kata Nico kepada wartawan.

Gus Hans, sapaan akrab KH. Zahrul Azhar Asumta, seperti diketahui adalah Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia. Belakangan gambar wajah tampannya yang ada di papan-papan reklame mulai menghiasi kota Surabaya.

Nico berujar, “Gus Hans figur yang bisa jadi tokoh pemersatu dalam Koalisi Surabaya. Beliau cakap, muda, dan kapabel. Saya kira beliau punya potensi besar yang bisa diberikan bagi warga Surabaya jika menjadi Wali Kota nanti.

BACA JUGA:  In Memorium Lord Didi Kempot, Spritualitas Pak De

Sementara mengenai calon pendamping Gus Hans, Nico mengaku masih sulit menemukan figur yang tepat jika harus dicari di luar PDIP. “Sulit mencari tokoh berkharisma di luar PDIP, tapi nama Eri Cahyadi, Dhimas Anugrah, dan M. Sholeh layak diusulkan,” imbuhnya.

Ketua KOMPI itu mengatakan, “Cak Eri dari kalangan birokrat, pengalaman menata kota. Cak Dhimas dari PSI, dia populer, punya jaringan yang kuat. Cak Sholeh dari kalangan praktisi hukum, saya kira dia punya kemampuan.”

“Bagaimanapun komposisi koalisi dan peta politik di Pilkada nanti, kami harap dua orang terbaiklah yang akan memimpin Surabaya, sebagai Wali/Wakil Wali Kota. Dan Pilkada bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” pungkas Nico.(Bbg)

Komentar