oleh

Migas melimpah rakyat masih di subsidi pemerintah

Kabartoday,Jakarta – GPII (gerakan pemuda Islam Indonesia) menggelar diskusi nasional terkait pengelolaan migas sebagai ketahanan energi nasional dan peningkatan kesejahtraan rakyat Rabu (4/12/2019) di menteng raya no 58,Jakarta Pusat.

Acara dihadiri pembicara berkompeten M Husni Hasan ( Korpma GPII) Masri Ikoni (Ketum GPII) Bambang Anton.( Ketum GPII ) Masri Ikoni menyebutkan,” Indonesia sebenernya negeri kaya raya namun sampai saat ini kita belum menikmatinya, hanya kalangan tertentu saja yang bisa merasakanya, dengan diskusi ini menjadikan kita untuk berfikir bagaimana Indonesia bisa lepas dari krisis energi ” ujarnya.

Untuk bisa terwujud sebenarnya anak negeri dapat mengelola migas itu sendiri maka akan terwujud ketahanan energi sehingga semakin kuat karna sektor yang paling tinggi adalah Industri bukan infrastruktur Skk migas hadir menjaga kedaulatan negri menjaga,merawat ,membangun, sehingga ketahanan energi semakin kuat dan akan terwujud keinginan masyarakat menjadi bangsa yang maju dan terbebas dari persoalan dan tercapainya ketahanan energi akan terpenuhi kesediaa FCnnya dengan negeri yang kaya karna sangat potensi sumber daya alamnya menuju kemakmuran yang merata,” tutupnya.

BACA JUGA:  Mengintip Program 'Camping' Madrasah Ibtidaiyah 'Nurul Hidayah' Jeruk Purut

Kekayaan alam kita melimpah,terutama migas,sebagian besar negara Indonesia adalah lautan,ini sangat berpotensi bisa menghasilkan minyak, dan gas. Bagai mana pemerintah dalam pengelolaannya di bidang sektor ini,sehingga bisa menghasilkan banyak devisa untuk negara.

Penggunaan migas di negeri ini sangat banyak,untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,selama ini import migas dari negara lain,sementara minyak mentah tidak bisa di kelola di dalam negeri,sehingga di eksport ke negara lain,biaya yang cukup besar tentunya yang harus di keluarkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dalam penggunaan migas.

BACA JUGA:  Enam Pejudi Qiu Qiu Digelandang Satreskrim Polres Banyuwangi

Mafia migas yang selama ini sebagai penghambat dalam pengelolaannya,sehingga negara lebih senang import dari pada mengelola sendiri,puluhan tahun sudah merdeka tidak masuk rasio kalau negara Indonesia tidak bisa mengolah minyak mentah menjadi matang,adanya mafia yang bergentayangan di sektor migas yang sangat merugikan negara.

Rencana presiden Jokowi berencana ingin membuat kilang minyak,untuk memenuhi kebutuhan rakyat,sehingga pemerintah tidak lagi memberi subsidi pada rakyat,rakyat bisa beli dengan murah,sehingga kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud.[] A. Yani

BACA JUGA:  Kasat Lantas Polres Kampar Survei Jalan Rusak

Komentar