oleh

MKGR Gelar Mubes Ke VIII Untuk Memilih Ketua Umum Yang Baru

Kabartoday.Jakarta, – (18/11/19) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) melaksanakan helatan lima tahunan Musyawarah Besar ke VIII untuk memilih pengurus yang baru periode 2019-2024.

Thema Mubes ke VIII MKGR ” Kita Kembali ke Jati Diri Bangsa Melalui Panca Moral MKGR” digelar di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan berlangsung tanggal (18-19) November 2019,

Pimpinan sementara Mubes, Drs.Muchtar, HP, SH, MH dan Sekretaris, Dr. Zulkifli, S.Ekomei dalam sidang pleno ke satu telah usai melaksanakan tugasnya yakni memilih pimpinan sidang sebanyak lima orang. Masing masing diwakili oleh unsur DPP, Muchtar, BPKH diwakili oleh Herman, utusan daerah Kepri diwakili oleh Bambang Riyadi, Hamdan Piabang mewakili Sultra dan Asep Ilyas mewakili Jabar.

BACA JUGA:  Mafia Politik di Gedung DKI " Bergentayangan" Pasalnya Kursi Wagub Setahun Kosong

Sore ini pimpinan sidang menjadwal kan akan merampungkan seluruh rancangan keputusan dan materi mubes ke VIII.

Ketua Umum Musyawarah Kekeluarga an Gotong Royong (MKGR) Letjen TNI (Purn) RH Soeyono kepada awak media mengatakan, reformasi telah menghasilkan beberapa hal yang positif dan negatif. Contohnya di MKGR sendiri mengalami munculnya organisasi tandingan. Tapi keliatannya begitu saja caranya berorganisasi. Ujar Soeyono.

BACA JUGA:  Pembangunan Mesjid Al-Ikhlas Kembali Terima Sumbangan Dari Kapolres Garut

Lucunya lagi, pengurus MKGR tandingan adalah kader -kader MKGR yang membelot yang pingin dekat dengan kekuasaan. Selain lambang organisasi yang dibajak, mereka juga membajak pendiri organisasi MKGR Soegandi. itukan hal yang tidak etis, ujar Soeyono.

Dikatakannya MKGR yang dipimpinnya merupakan murni organisasi kemasyarakatan buka organisasi Partai Golkar.

MKGR ini memang aslinya ikut membidangi golkar tapi golongan karya bukan partai, begitu berubah jadi partai golkar kita melepaskan diri. Jadi ngak lagi ikut dalam gerbong partai Golkar pungkasnya.

Muchtar selaku Pimpinan Sidang Mubes mengatakan ” Pasca Reformasi MKGR terbelah, itu merupakan realita. Kader MKGR di DPR dan DPRD Provinsi si, kabupaten dan kota itu dominan, sehingga ketika MKGR menyatakan independen maka dari 34 kepengurusan di provinsi, saat ini tinggal 14. Namun setelah dihubungi, yang ada tinggal 12 pengurus. Dalam mubes ke VIII yang hadir sebanyak 8 DPD dan dinyatakan quorum.

BACA JUGA:  Plang di Atas Lahan Dalam Pengawasan Fit Law & Patner, Hilang

Usai Mubes nantinya akan mencanangkan untuk bangkitnya kembali organisasi MKGR dengan konsolidasi organisasi. Jadi nantinya akan diberikan mandat kepada para pengurus untuk membentuk pengurus MKGR di 34 Provinsi. ujar Muchtar.[] A. Rachman

Komentar