oleh

Momentum Idul Fitri dan Ikrar 7 Paguyuban Kab Grobogan

Kabartoday, Jateng – Hari Raya Idul Fitri adalah kemengan umat islam di seluruh dunia. Tidak terlepas, idul fitri sebagai momen silaturahi guna memperkokoh persaudaraan sekaligus ajang maaf memaafkan.

Hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah ini. Terlaksananya Halal Bi Halal (HBH) antar komunitas yang dihadiri 7 Paguyuban besar se-kabupaten Grobogan, menandakan pengikat silaturahmi semakin kental.

Ketua Paguyuhan P4G, M Zaenuri yang juga sebagai Kepala Biro media kabartoday.co.id ini mengatakan, sejatinya paguyuban merupakan wajah peradaban disetiap daerah.

Dikabupaten Grobogan sendiri kata Zaenuri, komunitas paguyuban sebagai pengerat persaudaraan satu dengan lainnya.

“Ketujuh Paguyuban itu terdiri dari P4G yang diketuai saya sendiri, ada FLG yang diketuai Tri Arianto, lalu Paguyuhan Parang dengan ketua umum Agus Amin, hadir juga Paguyuban Formasi yang diketuai pak Irfan, lalu SGB yang diketuai Amin Sahadat, ada CSGF dengan ketua umumnya Bagong Mahesa, dan Paguyuban GRUDUG yang diketuia Frizqi. “Jelas Zaenuri, Senin (10/6/2019).

BACA JUGA:  Penjual Kembang Api dan Petasan Kian Marak di Pasar Asemka, Petugas Kok Diam Ajah

Dikatakan Zaenuri, Halal Bi Halal sudah digelar hari Minggu tanggal 9 Juni 2019, Acara yang awalnya di gagas hanya untuk ajang silaturahim berkembang menjadi ajang tukar pikiran yang sangat menarik dan produktif.

“Banyak ide-ide yang disampaikan, semua bertujuan bagaimana semua anggota paguyuban bisa berperan aktif dalam setiap kegiatan maupun pembangunan di kabupaten Grobogan, sekaligus menjalankan fungsi sosial dan fungsi kontrol dalam setiap kebijakan Pemkab Grobogan. “Kata Zaenuri.

Dipaparkannya, pada saat malam gladi resik, terjasi diskusi yang menarik antara ketua umum FLG, Tri Ariato dan ketua P4G M Zaenuri yang juga diikuti SekJen P4G Achmad Efendi serta perwakilan dari Parang dan paguyuban yang lain.

BACA JUGA:  Ratusan Massa Geruduk Kantor Bawaslu Kabupaten Tambraw

Dalam diskusi ringan tersebut dikatakan Zaenuri sebagai ajang usulan pembentukan sebuah forum bersama yang menjadi payung semua paguyuban yang ada di kabupaten Grobogan.

“P4G juga mengusulkan untuk mempermanenkan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, tidak hanya sebatas acara Halal Bi Halal saja. “ucap Zaenuri.

Zaenuri juga menyarankan para paguyuban harus bisa bekerjasama dalam setiap kegiatan. Pembentukan wadah forum bersama adalah langkah baik, dimana usulan tersebut akan menjadi tolak ukur kemandirian.

“Yaaa kita usulkan seperti itu. bahkan kita juga meminta setiap paguyuban mengirim lima pengurusnya dalam setiap rapat agenda. “Ulas Zaenuri.

Nama forum yang dimaksud dancdiusulkan oleh P4G ‘Dewan Pengurus Paguyihan Grobogan Bersatu (DPPGB), namun nama itu dijelaskan Zaenuri baru sekedar usul dan perlu di bicarakan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Dua Cakades Gladag Bakal Bertarung Rebutan Jabatan

“Semua kan perlu menyetujuinya, kalau nama itu disetujui, nanti kita bahas soal perumusan dan pembahasan AD/ART serta rencana kerja ke depannya. “Ucap Zaenuri.

Halal Bi Halal yang semula akan di hadiri oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni, namun pihaknya berhalangan hadir.

Sementara pembina Paguyuban Grobogan, Supareng menyampaikan betapa pentingnya forum persatuan paguyuban terbentuk.

Lebih lanjut ia juga mengatakan pentingnya setiap anggota paguyuban untuk peduli dan terlibat dalam kegiatan politik baik tingkat lokal maupun nasional.

“Bila ada wakil paguyuban yang menduduki posisi baik di legislatif maupun di pemerintahan kan lebih mudah, dan bisa menjadi saluran aspirasi yang efektif bagi pembangunan di Grobogan itu sendiri. “Paparnya.(Fap)

Komentar