oleh

Mr Kan Ajak Semua Pihak Usut Nilai Kerugian Pasca Kerusuhan 21 dan 22 Mei

Kabartoday, Jakarta – Setiap ada kerugian baik materil maupun imateril seharusnya hukum harus menjadi alat bantu, seperti yang dinyatakan oleh filsuf ‘Plato’ bahwa hukum adalah sarana keadilan untuk menyelesaikan segala permasalahan.

Menurut Pakar Hukum dan Politik, Mr. Kan, kalau mau menghitung nilai kerugian, tentu kerugian paling besar adalah nyawa manusia, karena manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai hak untuk hidup, yang disebut hak kodrati ilahi.

“Nyawa manusia tidak dapat dinilai dengan apa pun dan oleh siapa pun. “Kata Mr. Kan di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

BACA JUGA:  Perlunya Politik Kenegaraan Berbasis Pengabdian

Pasalnya setiap orang yang sudah mati tidak dapat dihidupkan dengan cara apa pun dan dengan benda apa pun serta tidak dapat dihidupkan oleh siapa pun.

Oleh sebab itu Mr. Kan meminta untuk segera diusut segala kegaduhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri harus dikaji secara hukum kodrat atau hukum sebab akibat.

BACA JUGA:  Simpati Datang Akibat Akses Jalan Warga Ditutup Oknum Penghuni Palm Garden Cipanas

“Jadi kita harus cari akar permasalahan atau sumber permasalahan serta penyebab-penyebab utama terjadinya berbagai kegaduhan dan konfilik dengan fakta dan kebenaran, bukan dengan tuduh menuduh bahkan framing yang dikaitkan ke para tokoh, karena perisitiwa kerusuhan tersebut adalah bentuk protes keras rakyat Indonesia atas kecurangan pemilu 2019. “Ungkapnya.

Lebih rinci Mr. Kan juga mengajak semua pihak agar merekomendasikan hasil temuan fakta dilapangan, maupun saksi yang terjadi secara murni dilapangan, dan kemudian setelah ditemukan semua akar atau penyebab timbulnya persoalan berbagai kegaduhan dan konflik tersebut harus diselesaikan secara holistik agar tidak terulangnya berbagai kegaduhan dan konflik.(Op/red)

Komentar