oleh

Mr Kan: Jika Cara Berpolitik sama dengan Berbisnis, Negara Pasti Hancur

Kabartoday, Jakarta – Pengamat hukum dan politik, Mr. Kan singgung cara berpolitik dengan berbisnis kedudukan jabatan dipastikan signal hancurnya Negara. Ia juga memaparkan tujuan berpolitik sama dengan tujuan berdirinya sebuah Negara, yakni untuk menyelenggarakan kepentingan umum.

“Politik sehat itu fungsinya kan agar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan adil, damai, aman, tertib, nyaman dan sebagaimana mestinya, bukan memperdagangkan jabatan dalam berpolitik. “Kata Mr. Kan di Jakarta, Minggu (7/7/2019) malam.

Ia juga menyebut perlunya pembangunan Hukum Nasional untuk mengawasi dan mengontrol kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Para pejabat negara yang bekerja di dalam lembaga-lembaga pemerintahan kekuasaan negara merupakan eksistensi dari produk politik. Secara efektivitas dapat menyelenggarakan kepentingan umum yang sebagaimana mestinya, maka pemerintahan kekuasaan berkewajiban untuk menciptakan kesejahteraan umum yang adil dan merata, mencerdaskan kehidupan berbangsa, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. “Bebernya.

BACA JUGA:  KAI Gandeng Universitas Esa Unggul Gelar TKD

Perihal tersebut diutarakan Mr. Kan sebagai bentuk penjiwaan alenia keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Repubulik Indonesia (UUD) atau Naskah Konstitusi Tahun 1945.

Namun secara faktual, Ia menyayangkan dalam lingkungan berpolitik sering di dengar kalimat-kalimat yang sangat menyesatkan dengan peryataan bahwa dalam berpolitik tidak ada kawan yang abadi dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi.

“Prinsip tersebut dalam berpolitik sangat menyesatkan, karena prinsip tersebut sesungguhnya lebih tepat untuk memotivasi para pengusaha atau pembisnis. Karena tujuan utama para pengusaha atau pembisnis adalah untuk kepentingan pribadi dan kelompok. “Ucapnya.

BACA JUGA:  Walau Sudah Didukung Tokoh SulSel Suara Petahana Tetap Keok

Tujuan berpolitik yang ideal menurut Mr. Kan untuk menciptakan penyelenggaraan kepentingan umum yang adil dan makmur, yang harus jauh di atas kepentingan pribadi dan kelompok, artinya Kepentingan bangsa dan negara yang harus diutamakan.

Sebagai alasan dasar pemikiran politik dan hukum, Ia mencontohkan saat kawan atau pun lawan politik yang diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, maka sebagai bagian dari kekuasaan harus mengutamakan prinsip “The Rule Of Law” dan “Penegakkan Supremasi Hukum” serta berprinsip persamaan dihadapan hukum (Equality Before The Law) sesuai dengan ketentuan Pasal 27 ayat 1 dan Pasal 28D ayat 1 UUD 1945 sebagai landasan berpolitik di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:  Aksi Koboy Jalanan, Mahasiswa dipukuli Pengemudi Brio Hitam

“Satu hal lagi yang harus di ingat, dalam berpolitik, secara faktual kita melihat setiap politisi harus mengeluarkan sejumlah uang besar atau modal pribadi dalam berpolitik, setelah berhasil masuk ke dalam lingkaran kekuasaan pemerintahan, maka tidak heran sangat banyak yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Karena sistem politik seperti ini jelas sama persis dengan sistem pengusaha yang berbisnis. “Ungkapnya.

Mr. Kan menyinggung prinsip dan perilaku berpolitik seperti itu jika terus dibiarkan, sama seperti cara berbisnis selayaknya para pengusaha, maka suatu saat negara pasti akan hancur lebur.(Op/red)

Komentar