oleh

Mr Kan: Pemilu 2019 Sebagai Kuburan Massal di Pesta Demokrasi Indonesia

Kabartoday, Jakarta – Pengamat hukum dan politik, Mr. Kan mengungkapkan dalam sebuah tulisannya yang dikirim ke redaksi kabartoday.co.id pada Rabu siang (8/5/2019) terkait kuburan massal di pesta demokrasi bangsa Indonesia.

Dalam tulisannya itu, Mr. Kan menyebut ‘Kematian Orang Yang Tak Wajar‘ atau Inconvenienter mortem.

Ia juga mengatakan soal Hak Kodrati Ilahi yang dimiliki setiap orang sejak lahir di dunia, karena itu harus dan wajib dilindungi oleh pemerintahan kekuasaan di setiap negara hukum Nasional dan Internasional.

“Bicara soal kematian, setiap orang pasti akan mati, hanya cepat atau lambat saja, tidak ada orang yang hidup abadi di dunia ini serta semua kematian adalah kehendak Tuhan. “Tulis Mr. Kan.

BACA JUGA:  Bupati LIRA Pamekasan Hadiri Konferensi Majelis NU

Namun kata Mr. Kan, kematian itu ada yang disebut wajar dan tidak wajar. Dalam ilmu hukum, kematian yang tidak wajar disebut “Inconvenienter Mortem“. Kematian yang tidak wajar harus diselidiki penyebabnya secara terperinci atau detail agar dapat menemukan penyebab yang sesungguhnya.

“Ada dua cara untuk menyelidiki kematian yang tidak wajar, yakni, divisum dan diautopsi. Seperti contoh kematian aktivis Munir, kematian Mirna dan sebagainya. “Urainya.

Ia juga mendesak seluruh pihak terkait untuk membuka misteri kematian ratusan orang di pesta demokrasi Indonesia, “pada intinya bukan diabaikan dan hanya membahas nilai-nilai santunan, karena nyawa manusia tidak bisa dinilai dengan apa pun. “Pinta Mr. Kan.

BACA JUGA:  Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Jalani Sidang Perdana

Mr. Kan juga kembali mempertanyakan, apakah kalian pernah melihat dan mendengar kematian massal secara berantai sebanyak 500 orang lebih dan yang masih sakit 3.912 orang secara dadakan di suatu perusahaan-perusahaan besar tertentu atau suatu tempat tertentu tanpa adanya bencana alam, tanpa adanya wabah/ virus, tanpa adanya penyerangan fisik yang agresif dan lain sebagainya?

Seperti kata Dr.Umar Zein, ‘Sejarah jaman penjajahan kerja paksa saja tidak mengalami kematian massal seperti demikian?’

“Hingga saat ini setiap hari korban yang mati dan yang sakit cenderung terus bertambah. Aneh atau tidak aneh? Jawab dengan menggunakan hati nurani dan akal sehat pikiran kalian yang sudah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Esa? “Mirisnya.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Ajang Korupsi, Pembangunan Jembatan Senilai 19 Miliar Terbengkalai

Korban meninggal dunia yang paling menghebohkan Nasional dan Internasional yang terjadi di dalam negeri adalah flu burung 163 orang, bom bali 202 orang, kerusuhan Mei 1998 sebanyak 463 orang.

“Nah ini petugas KPPS, anggota panwaslu, petugas dari anggota Kepolisian dan sebagainya, jumlahnya sudah mencapai 500 orang lebih yang meninggal dunia dan yang masih sakit 3.912 orang. Semoga saja peristiwa duka cita semacam ini tidak menimpa anggota keluarga anda-anda semuanya ya? “Ulas Mr. Kan.(Op/red)

Komentar