oleh

Mr. Kan Sebut Direktur BUMN Krakatau Steel Gelap Mata Keruk Uang Negara

Kabartoday, Jakarta – Seorang Diretur perusahaan BUMN Krakatau Steel dengan gaji ratusan juta per bulan masih gelap mata dan mengeruk uang Negara dengan tetap melakukan perbuatan tindak pidana korupsi?

Mengapa pengadaan air bersih untuk wilayah yang terkena dampak bencana alam pun dikorupsi? Mengapa pengadaan alat kesehatan untuk mengatasi wabah flu burung pun dikorupsi? Mengapa pengadaan Al Quran pun dikorupsi? Mengapa pengisian jabatan di dalam kementerian Agama pun di korupsi?

Hampir semua bidang di dalam sistem kepemerintahan Indonesia adanya kejadian perbuatan tindak pidana korupsi. Untuk memberikan jawaban dari sisi kaca mata ‘Ilmu Hukum‘ atas pertanyaan di atas sangatlah sederhana. Apa jawabannya?

BACA JUGA:  Prabowo Menang Situng Suara Sementara BPN, KPU Sibuk Rekapitulasi Nasional

Mr.Kan seorang Pengamat Hukum menjawab

Kata Mr. Kan, “Karena tidak ada rasa takut dan rasa malu dengan hukum yang berlaku dan yang sedang berjalan (ius constitutum).

Menurut seorang filsuf, ‘Thomas Hobbes’ “Manusia tidaklah bersifat sosial”. Manusia hanya memiliki satu kecenderungan dalam dirinya, yaitu keinginan mempertahankan diri” homo homini lupus” (manusia adalah serigala bagi sesamanya). Keadaan seperti ini mendorong terjadinya “perang semua melawan semua” (bellum omnium contra omnes)”.

BACA JUGA:  M Toha Persilakan Rumah Aspirasinya dijadikan RS Darurat

Berdasarkan pengamatan Hobbes, tujuan berdirinya negara adalah untuk menciptakan kehidupan yang tertib dan damai. Menurut Aristoteles: tujuan negara adalah untuk menyelenggarakan kepentingan umum, namun faktanya mengalami kemerosotan karena penyimpangan kekuasaan.

Oleh sebab itu, tidak ada cara lain untuk menciptakan kehidupan yang tertib dan damai selain menciptakan kepastian hukum yang adil dan kemanfaatan hukum yang sebagaimana mestinya.(Op/red)

Komentar