oleh

Muskot : Pemilihan Ketua IPSI Jaksel Terjadi Deadlock

-Aktual-15 views

Kabartoday, Jakarta,- Musyawarah Kota (Muskot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jaksel dalam rangka pemilihan ketua terjadi deadlock, yang diselenggarakan di gedung LPMP DKI, jalan Nangka no. 60, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, (10/10/2020)

Indra anggota dari PPS Singa Putih salah satu peserta muskot mengatakan apa yang dilaksanakan hari ini, kami merasa kecewa dan menyesalkan, karena aturan yang diterapkan seakan dipaksakan.

“mengapa muskot ini deadlock, ini tidak sesuai dengan AD/ART dan juga tidak sesuai dengan hati nurani, kita punya hak suara dan hadir di sini dan melihat pelaksanaan seperti itu jujur saya kecewa, sepertinya muskot pemilihan ketua IPSI Jaksel kali ini kurang persiapannya, “Saya mengharapkan untuk dilakukan revisi dan perbaikan yang lebih baik lagi dalam pelaksanaan Maskot ini, terutama di Pasal 6 ayat 3 dan 4 harus dihapuskan, bahwa kita tidak memiliki hak untuk menyampaikan masukan dan pendapat, bahkan pimpinan sidang langsung mengetuk palu tanpa mendengarkan alasan yang kita sampaikan.”jelasnya.

Penyebab deadlock, peserta sebagai membawa aspirasi Muskot dan bukan sebagai Peninjau, yang memiliki hak menyampaikan saran dan pendapat, proses pemilihan tidak ada keterbukaan dan transparan, pimpinan sidang langsung main catut saja, tanpa melakukan aturan yang benar.

Tata tertib sebulan sebelumnya sudah disampaikan kepada peserta, agar bisa melihat dimana kekurangan yang harus dibenahi atau direvisi sehingga disaat pelaksanaannya semua berjalan sesuai harapan para peserta.

Fiansyah biasa disapa Babe Doel melihat pelaksanaan ini, Ia menduga telah disetting oleh pihak penyelenggara sedemikian rupa, “Kita tidak bicara soal kalah menang, tetapi kita ingin mengangkat kebersamaan, dengan mengedepankan musyawarah mufakat yang harus jalani ketika tidak ditemukan titik temunya, tetapi panitia tidak menjalankannya. “Kita ini, seolah-olah disetir tanpa diberi kesempatan mengajukan keberatan dan saran.”terangnya.

“Peraturannya baru tadi kita terima dan bagaimana kita mau mempelajari, Saat dibaca oleh panitia, tanpa ditanya kepada kami apakah setuju atau tidak, ini langsung diketuk palu. Ini kan sangat membingungkan kita para peserta, Undangan sebanyak 82 orang, ternyata yang punya hak suara hanya 20 orang, bila dari awal kita tidak punya hak suara, buat apa kita diundang sebagai peserta bila nyatanya dihari pemilihan kita digeser sebagai peninjau, ” kata Babe Doel.

“Jujur kita ini dijebak, Ingin mendapatkan suara terbanyak tetapi menggunakan aturan-aturan yang dibuat sendiri yang tidak berujung kepada AD/ART yang berlaku. Ini membuat kami sangat kecewa. Kedepan, mudah – mudahan ini menjadi pembelajaran buat kita semua, mari kita revisi, evaluasi dan perbaiki dengan duduk bareng supaya tercapai kesepakatan dalam musyawarah.”imbuhnya.

Babe Doel mewakili teman – teman, sepakat untuk pelaksanaan Maksot hari ini, kita deadlock.Tujuannya agar mereka lebih mengedepankan keterbukaan untuk memperbaik kekurangannya dengan harapan kepanitiaan harus “Netral”, artinya tidak berpihak ke A atau Ke B, serahkan kepada seluruh peserta untuk menentukan hasilnya, siapapun pemenangnya.

Semoga IPSI Pemprov DKI dapat mempelajari apa yang terjadi sekarang ini, saya sangat optimis, bahwa Pemprov DKI akan mengambil sikap dan keputusan yang bijaksana.”ungkap Babe Doel. (Ana)

BACA JUGA:  Sentral Al Jazeerah Restaurant & CafĂ© : Indonesia Halal Watch By. Dr. H. Ikhsan Abdullah.

Komentar